KabarOto.com - Pasar otomotif tanah air kembali diguncang oleh performa impresif Jaecoo Indonesia. Memasuki bulan Maret 2026, merek SUV premium asal Tiongkok ini mengumumkan pencapaian besar dengan total pengiriman kendaraan yang diproyeksikan menyentuh angka 10.000 unit kepada konsumen.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jaecoo telah berhasil mencuri hati masyarakat Indonesia dalam waktu singkat, menggeser dominasi pemain lama melalui kombinasi desain futuristik dan teknologi elektrifikasi yang mumpuni.
Tingginya angka pengiriman pada bulan Maret ini bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan data internal perusahaan, lonjakan permintaan telah terlihat sejak awal tahun, di mana per Februari 2026, total inden mobil Jaecoo diyakini telah menembus 15.000 unit.
Baca Juga: Bawa Teknologi e-Power, Nissan Rogue 2027 Bisa Tempuh 800 Km Sekali Isi Bensin
Angka pesanan yang membeludak ini didominasi oleh lini produk unggulan mereka, seperti SUV listrik kompak Jaecoo J5 EV serta model hybrid premium Jaecoo J7, yang menjadi bintang utama di berbagai pameran otomotif nasional baru-baru ini.
Kepercayaan konsumen terhadap Jaecoo semakin diperkuat oleh kesuksesan mereka di ajang IIMS 2026 pada Februari lalu.
Dalam pameran tersebut, Jaecoo tidak hanya memamerkan teknologi Off-Road cerdas melalui sistem ARDIS, tetapi juga memberikan kepastian layanan purna jual yang masif.
Dengan target pembangunan hingga 80 diler di seluruh pelosok negeri hingga akhir tahun, konsumen merasa lebih aman dan nyaman untuk melakukan pemesanan meskipun harus mengantre dalam daftar inden yang panjang.

Model Jaecoo J5 EV menjadi kontributor utama yang mempercepat penetrasi pasar mereka. Sebagai SUV listrik dengan harga yang kompetitif, J5 EV berhasil menarik segmen keluarga muda dan pecinta teknologi.
Di sisi lain, kehadiran Jaecoo J7 SHS-P (Hybrid) memberikan solusi bagi mereka yang menginginkan performa tangguh untuk perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran infrastruktur pengisian daya. Sinergi kedua model ini terbukti efektif dalam mendongkrak angka wholesales secara signifikan dalam kurun waktu satu kuartal saja.
Manajemen Jaecoo Indonesia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan proses distribusi berjalan lancar guna memenuhi janji pengiriman kepada konsumen.
Baca Juga: Inreyen atau Break-in pada Mesin Lansiran Muda, Masih Perlu?
Head of Sales Jaecoo Indonesia, Willy Winawan pada hari Minggu, 8 Maret 2026 menegaskan, "Dengan kapasitas produksi yang terus ditingkatkan melalui skema perakitan lokal (CKD), perusahaan optimis bahwa tantangan inden dapat teratasi dengan cepat."
Langkah ini juga menunjukkan komitmen jangka panjang Jaecoo untuk menjadikan Indonesia sebagai basis kekuatan mereka di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran 10.000 unit Jaecoo di jalanan pada bulan Maret ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata pergeseran selera konsumen Indonesia menuju kendaraan yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan memiliki nilai prestise tinggi.

