Kemenperin Gelar Lomba Desain Mobil Pedesaan

julianto
julianto
Sabtu, 04 Maret 2017
Kemenperin Gelar Lomba Desain Mobil Pedesaan

Mobil Pedesaan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) menggelar lomba desain mobil pedesaan. Proyek mobil pedesaan ini sengaja digulirkan untuk memberikan solusi kendaraan bagi masyarakat desa.
Dari lomba tersebut, diharapkan bisa lahir berbagai purwarupa kendaraan pedesaan di masa datang.

Presiden IOI, I Made Dana Tangkas, mengatakan, pengembangan dan desain alat angkut ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan mobilitas hasil produk ekonomi pedesaan semata. Namun, juga sekaligus untuk meningkatkan produktivitas.

Untuk itu, menurut Made, desain kendaraan pedesaan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter perekonomian masing-masing daerah.

"Desain kendaraan harus fleksibel. Tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga untuk mengangkut alat-alat produksi, seperti alat-alat pertanian,” kata Made dalam keterangan resminya, Jumat (3/3).

Menurutnya, pengembangan alat angkut desa ini merupakan program Kemenperin, sehingga lisensinya ada di instansi pemerintah ini. Nantinya, setiap daerah memiliki potensi untuk mengembangkan kendaraan pedesaan yang menggunakan lisensi dari kementerian.

“Ini dilakukan, agar potensi pasar kendaraan ini bisa diarahkan untuk pengembangan industri kecil menengah (IKM) di setiap daerah. Diharapkan, dalam implementasinya, kendaraan pedesaan ini akan dijalankan oleh pelaku industri domestik,” katanya.

Made menuturkan, rencana ini dijalankan sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035. Pemerintah telah menetapkan industri alat transportasi atau otomotif sebagai salah satu andalan, untuk mendukung Indonesia menjadi negara industri yang berdaya saing kuat.

Lima Desain Masuk Nominasi

Berdasarkan hasil seleksi lomba yang sudah diadakan, masuk 21 desain yang diajukan oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dari ke-21 desain itu, Kemenperin telah menetapkan lima desain, yang nantinya akan diseleksi lagi ke tahap nominasi.

Lima desain yang lolos tersebut, yaitu Argani Grand Pick Up oleh tim Telkom University, Waprodek Disel oleh tim Institut Teknologi Surabaya (ITS), Mobil Desa Serbaguna oleh tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro dari tim Universitas Diponegoro (Undip), dan Mobil Desa Nasional oleh tim Unnes.

“Berdasarkan penilaian juri, panitia memutuskan lima desain tersebut berhak maju ke tahap berikutnya untuk ditetapkan sebagai pemenang. Kelima nominator akan diminta untuk membuat mock-up atas desain mereka, dengan biaya yang ditanggung IOI. Masing-masing sebesar Rp5 juta,” ungkap Made.

Menurut Made, lomba desain mobil pedesaan ini cukup mendapatkan respons positif dari kalangan perguruan tinggi.

“Ini menunjukkan, keberadaan kendaraan pedesaan mendapat perhatian besar dari kalangan generasi muda,” ujarnya.

Untuk tahap selanjutnya, pemenang lomba desain ini akan diumumkan pada hari terakhir penyelenggaraan Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor, yang diselenggarakan di Bali Creative Industri Center (BCIC), Denpasar, 7-12 Maret 2017.

Bagikan

Bagikan