Keren, Kini Ban Mobil Bisa Dibuat Dari Rumput Dan Kayu

Keren, Kini Ban Mobil Bisa Dibuat dari Rumput dan Kayu Ban mobil Goodyear BioIsoprene. Foto: goodyear.eu

Tak disangka tak diduga, rumput dan kayu kini sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat ban mobil. Tak percaya? Ada beberapa ilmuwan yang sudah melakukan penelitian dan percobaan untuk membuktikannya. Dan kesimpulannya jelas, rumput dan kayu juga dapat diolah menjadi isoprene, petroleum molekul utama pembuat ban mobil yang berasal dari minyak bumi.

Perlu diketahui, proses produksi ban konvensional sudah dianggap tidak ramah lingkungan karena prosesnya melibatkan bahan bakar fosil. Berangkat dari situ para ilmuwan di barat kemudian memutuskan untuk membuat terobosan guna mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan.

Sampai akhirnya pada penemuan isoprene dari pohon dan kayu tanpa merubah bentuk, warna, dan hasilnya. Salah satu produsen ban terbesar, Goodyear, sudah mengenalkan ban pertama yang terbuat dari teknologi BioIsoprene

Seperti yang dikutip dari New Atlas, para peneliti dari University of Minnesota menjadi penemu dari terobosan ini. Tahap awal penelitian ketika itu memerlukan proses kimia yang menggabungkan fermentasi mikroba alami dengan penyulingan katalik.

Kemudian, proses ini dimulai dengan fermentasi mikrobia tanaman gula menjadi asam itaconic. Asam ini kemudian dicampur dengan hidrogen, sehingga menyebabkan reaksi kimia yang menghasilkan metil-THF.

Pada tahap akhir, metil-THF yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan didehidrasi oleh katalis P-SPP (Phosphorous Sel-Pillared Pentasil) sehingga menjadi isoprene. Metode ini mengakibatkan efisiensi katalis setinggi 90% dan kebanyakan hasilnya adalah isoprene.

Menurut tim peneliti, hasil ini membuat prospek isoprene yang dapat diperbarui lebih unggul dari produk berbasis karet.

“Hasil katalis baru zeolit yang mengandung P seperti S-PPP sangat mengejutkan,” kata Professor Teknik Kimia dan Ilmu Material dari University of Minnesota, Paul Dauenhauer.

Menurut Paul hasil penelitian ini secara dramatis tidak hanya meningkatkan efisiensi katalis tetapi juga memungkin pembuatan isoprene yang bisa diperbarui. Hasil riset ini akan dipublikasikan di jurnal ACS Catalysis.