Kompresi Mesin 11,5:1, Honda CBR250RR Anyar Haram Tenggak Pertalite?

Kompresi Mesin 11,5:1, Honda CBR250RR Anyar Haram Tenggak Pertalite? Mesin Honda CBR 250RR (KabarOto/Kipli)

KabarOto.com - PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan CBR250RR anyar beberapa waktu lalu dengan penyegaran di sektor mesin, kaki-kaki dan bodinya.

Motor sport kelas 250 cc dengan tenaga dan dimensi fairing baru tersebut resmi diluncurkan di markas AHM, Karawang, Jawa Barat.

CBR 250 anyar ini sekarang punya rasio kompresi 11,5 : 1 untuk versi standar dan 12,5 : 1 untuk versi SP dan SP-Quick Shifter. 'Haram' kah jika masih tenggak BBM jenis Pertalite?

Baca Juga: New Honda CBR250RR Diperkenalkan, Harga Mulai Rp 62 Jutaan

Thomas Wijaya selaku Direktur Pemasaran PT AHM tak terlalu gamblang menjelaskan bahwa motor barunya tersebut tak boleh tenggak Pertalite.

Dengan mengusung teknologi mesin yang sekarang dan segmen motornya, harusnya CBR250RR anyar mengkonsumsi oktan lebih tinggi dari Pertalite.

"Lazimnya kalau isi BBM (New Honda CBR250RR) ya pasti sih di atas RON 90," ujar Thomas di Karawang, Jawa Barat, sesaat setelah peluncuran motornya.

Baca Juga: Profil New Honda CBR250RR 2022

Melirik rasio kompresinya, memang mesin tersebut tak sewajarnya jika diisi BBM jenis pertalite yang hanya memiliki RON 90.

Motor tersebut selayaknya diberikan Pertamax atau BBM lain dengan nilai oktan 92. Varian SP dan SP-Quickshifter lebih baik jika diisi dengan Pertamax Turbo.

Tentu saja, menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan panduan, rekomendasi pabrik maupun spesifikasi mesin bakal menimbulkan masalah. Seperti menumpuknya kerak karbon, 'knocking' hingga mesin rusak.