Kuartal I Tahun 2017, Astra Group Raih Laba Rp5,1 Triliun

Kuartal I Tahun 2017, Astra Group Raih Laba Rp5,1 Triliun Foto: Astra.co.id

Kabaroto.com - PT Astra International Tbk (ASII) per kuartal I-2017 berhasil meraup kenaikan laba bersih yang cukup signifikan. Laba bersih konsolidasi grup tercatat meningkat 63% menjadi Rp5,1 triliun, seiring dengan peningkatan kinerja dari lima divisi bisnisnya, kecuali di dua divisi yakni teknologi informasi serta infrastruktur dan logistik.

“Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal I-2017. Ke depan, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif,” ungkap Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto di Jakarta, belum lama ini.

Pendapatan bersih konsolidasi grup meningkat 16% menjadi Rp48,8 triliun, seiring dengan peningkatan kontribusi pendapatan dari sebagian besar segmen bisnisnya. Secara rinci, kontribusi dari masing-masing segmen bisnis terhadap laba bersih sebagai berikut.

Di Otomotif, laba bersih dari bisnis otomotif Grup meningkat 45% menjadi Rp2,3 triliun, terutama diakibatkan oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru yang diluncurkan pada 2016 dan terus berlanjut hingga 2017.

Penjualan mobil secara nasional meningkat 6% menjadi 283.000 unit. Penjualan nasional mobil Astra meningkat sebesar 27% menjadi 161.000 unit, mengakibatkan peningkatan pangsa pasar dari 48% menjadi 57%. Grup telah meluncurkan satu model baru dan dua model revamped selama periode ini. Sedangkan, penjualan sepeda motor nasional menurun sebesar 7% menjadi 1,4 juta unit.

Walaupun penjualan sepeda motor dari PT Astra Honda Motor (AHM) mengalami penurunan sebesar 2% menjadi 1,1 juta unit, tetapi pangsa pasar AHM meningkat dari 72% menjadi 77%, yang didukung oleh peluncuran empat model baru dan enam model revamped selama periode ini.

Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, juga mencatat peningkatan laba bersih sebesar 83% menjadi Rp148 miliar. Di Jasa Keuangan, laba bersih bisnis jasa keuangan grup meningkat 75% menjadi Rp1,1 triliun, sebagai hasil peningkatan kontribusi dari sebagian besar bisnis jasa keuangan, termasuk Bank Permata.

Sektor bisnis pembiayaan konsumen Grup menunjukkan kenaikan total pembiayaan sebesar 17% menjadi Rp18,7 triliun, termasuk melalui joint bank financing without recourse. Di Alat Berat dan Pertambangan, laba bersihnya meningkat sebesar 104% menjadi Rp902 miliar.

Salah satunya, PT United Tractors Tbk (UT), yang 59,5% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 105% menjadi Rp1,5 triliun, disebabkan oleh peningkatan volume bisnis pada mesin konstruksi, kontraktor penambangan dan kegiatan pertambangan.

Di Agribisnis, laba bersihnya meningkat sebesar 92% menjadi Rp638 miliar pada kuartal pertama tahun 2017. Di mana. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp801 miliar, meningkat dari Rp418 miliar pada kuartal I-2016, disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari harga kelapa sawit yang lebih tinggi serta peningkatan produksi dan penjualan kelapa sawit.

Di Properti, laba bersihnya sebesar Rp 42 miliar, lebih tinggi secara signifikan 223% dibandingkan dengan Rp13 miliar yang dihasilkan pada kuartal I-2016, terutama disebabkan oleh adanya peningkatan atas laba yang oleh adanya peningkatan atas laba yang dihasilkan oleh Anandamaya Residences.

Sedangkan di divisi Infrastruktur dan Logistik, laba bersihnya turun 3% menjadi Rp67 miliar, sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari dimulainya ruas jalan tol Cikopo-Palimanan serta pendapatan yang lebih rendah dari bisnis penyedia air bersih.

Di Teknologi Informasi, laba bersihnya juga turun sebesar 23% menjadi Rp26 miliar. PT Astra Graphia Tbk, yang 76,9% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, melaporkan 23% penurunan laba bersih menjadi Rp33 miliar yang terutamanya disebabkan oleh perolehan pendapatan yang lebih rendah dari bisnis solusi teknologi informasi