KabarOto.com - Pertandingan sepak bola dalam ajang Clash of Legends di Jakarta, bukan cuma soal nostalgia dan melihat aksi para legenda dunia. Di balik itu, ada pesan yang terasa dekat dan nyata, yaitu kepedulian terhadap nasib atlet setelah pensiun.
Jerry Hermawan Lo, Founder PT JHL International Otomotif (JIO) distributor resmi merek BAIC di Indonesia, sekaligus sponsor utama, memanfaatkan momen ini untuk mengingatkan, bahwa perjuangan atlet tidak berhenti saat mereka turun dari panggung pertandingan.
Baca Juga: BAIC BJ40 Pro REEV akan Masuk Indonesia Menjadi BJ41, Meluncur di GJAW 2026?
Menurutnya, profesi atlet adalah jalan hidup mulia. Sejak kecil, mereka sudah berlatih keras, mengorbankan banyak hal demi membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Namun realita setelah pensiun sering kali jauh dari kata ideal.
“Hanya ada dua momen Merah Putih benar-benar berkibar dengan bangga di luar negeri: saat kunjungan presiden dan ketika atlet kita menang. Tapi setelah itu, banyak dari mereka justru terlupakan,” ujarnya.
Cerita nyata pun ikut ia bagikan. Salah satunya tentang Ibu Ferawati, juara dunia bulu tangkis hingga 27 kali, yang harus berjuang melawan kanker di tengah kondisi ekonomi sulit. Untuk bertahan hidup dan membiayai pengobatan, ia sampai menjual barang berharganya.
Situasi itu mendorong Jerry mengambil langkah langsung dengan membeli raket milik Ferawati seharga 100 juta rupiah. “Ini bukan soal barangnya, tapi bentuk penghargaan atas perjuangan seorang juara,” katanya.
Gerakan kepedulian ini tidak berhenti pada satu kasus. Bersama komunitas, ia mulai membantu atlet lain yang mengalami kesulitan, termasuk mereka yang terkena musibah atau kehilangan penghasilan. Upaya ini perlahan membuka mata banyak pihak, hingga akhirnya dukungan dari pemerintah ikut hadir, terutama untuk kebutuhan pengobatan.
Jerry melihat persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara spontan saja. Perlu sistem dan wadah jelas agar bantuan bisa berkelanjutan. Ia menyoroti masih banyak atlet pensiun yang terpaksa menjual medali atau bekerja serabutan demi bertahan hidup. “Penghargaan tidak boleh berhenti saat mereka menang. Justru setelah pensiun, kita harus hadir lebih nyata,” tegasnya.
Menjelang akhir sambutannya, ia menginisiasi pembentukan yayasan atau asosiasi “Merah Putih Peduli Atlet” sebagai langkah konkret membantu atlet pensiun. Ia mengajak tokoh bangsa, pelaku usaha, dan masyarakat luas untuk ikut berkontribusi.
Dana akan dihimpun secara terbuka dan dikelola secara transparan agar tepat sasaran. Ia juga menyatakan siap berada di garis depan, termasuk memberikan donasi awal agar gerakan ini bisa langsung berjalan.
Suasana acara pun terasa lebih dari sekadar seremoni. Ada semangat kolaborasi dan kepedulian nyata. Harapannya jelas, tidak ada lagi cerita atlet yang harus menjual medali atau hidup dalam kesulitan setelah masa kejayaan berlalu.
Baca Juga: Profil Jerry Hermawan Lo, Berawal Senang Mobil Jip Hingga Sukses Membawa BAIC ke Indonesia
Dalam akhir sambutan, Jerry menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, termasuk para legenda dunia yang hadir. Ia menutup dengan harapan besar, masa depan atlet Indonesia harus lebih terjamin, tetap bermartabat, bahkan ketika mereka sudah tidak lagi berdiri di podium kemenangan.