Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Marquez Setuju MotoGP Pangkas Mesin Jadi 850 cc di 2027

Bimo Hariyadi
Bimo Hariyadi
Jumat, 13 Maret 2026
Marquez Setuju MotoGP Pangkas Mesin Jadi 850 cc di 2027

Marc Marquez

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Langkah MotoGP memangkas kapasitas mesin motor menjadi 850 cc mulai musim 2027 mendapat dukungan dari juara dunia bertahan, Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo Team itu menilai, pmubahan tersebut penting untuk menekan kecepatan puncak motor yang saat ini dinilai sudah terlalu tinggi.

Menurut Marquez, motor MotoGP saat ini sudah mencapai level kecepatan yang sangat tinggi. Di beberapa sirkuit, motor bahkan hampir menyentuh angka 360 kpj. Baginya, kecepatan setinggi itu tidak lagi diperlukan dalam sebuah balapan.

Baca Juga: Kontrak Baru Marc Marquez Bersama Ducati Semakin Dekat

Pembalap asal Spanyol itu menjelaskan, ubahan regulasi teknis selalu diputuskan bersama oleh pihak kejuaraan dan asosiasi pabrikan, Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA).

Marc Marquez pembalap Ducati Lenovo (Foto: Marcmarquez93)

"Dari diskusi tersebut muncul keputusan untuk menurunkan kapasitas mesin demi menekan kecepatan maksimum motor," ucap Marquez sikutip dari Crash.

Marquez menilai faktor keselamatan menjadi alasan penting di balik ini. Dengan kecepatan yang semakin tinggi, para pembalap tiba di titik pengereman lebih cepat, sementara banyak sirkuit memiliki ruang yang semakin terbatas.

Situasi tersebut membuat area run-off atau zona keselamatan harus semakin luas. Jika tidak, risiko kecelakaan bisa meningkat karena pembatas lintasan terasa semakin dekat saat pebalap kehilangan kendali.

Menariknya, meski kapasitas mesin dipangkas, Marquez memperkirakan catatan waktu putaran tidak akan berubah drastis. Bahkan ada kemungkinan lap time justru lebih cepat di beberapa sirkuit.

Hal itu disebabkan regulasi 2027 tidak hanya menyentuh kapasitas mesin. Sejumlah perubahan teknis lain juga akan diterapkan, seperti pelarangan perangkat pengatur ketinggian motor (ride height device), pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli, serta pembatasan pengembangan aerodinamika.

Dengan tenaga yang lebih rendah dan bobot yang kemungkinan ikut berkurang, Marquez meyakini motor bisa menjadi lebih mudah dikendalikan. Faktor handling yang lebih baik itulah yang berpotensi menjaga bahkan meningkatkan kecepatan lap.

Di sisi lain, pabrikan seperti Ducati diperkirakan akan segera mulai menguji prototipe motor 850 cc untuk mempersiapkan era regulasi baru tersebut.

Sementara itu, masa depan Marquez bersama Ducati juga masih menjadi tanda tanya. Hingga kini, ia belum menandatangani kontrak baru karena ingin memastikan kondisi bahunya benar-benar pulih sebelum mengambil keputusan.

Marquez pun menyadari bahwa perubahan regulasi besar selalu menghadirkan ketidakpastian. Menurutnya, tidak ada jaminan siapa yang akan memiliki motor terbaik saat aturan baru mulai diterapkan.

Baca Juga: Ambisi Marc Marquez di MotoGP 2026, Tak Hanya Pertahankan Gelar


Bagi para pebalap, periode awal regulasi baru akan menjadi fase adaptasi yang penuh tantangan. Semua tim harus terus mengembangkan motor mereka untuk menemukan kombinasi terbaik di lintasan.

Tags:

#Kontrak Marc Marquez #Marc Marquez #Helm Marc Marquez
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan