KabarOto.com - Mercedes-Benz kembali menunjukkan taringnya dalam ajang Eurosatory 2026, salah satu pameran pertahanan dan keamanan terbesar di dunia.
Mengusung tema "Protecting what matters", raksasa otomotif asal Jerman ini tidak hanya memamerkan ketangguhan legendaris G-Class, tetapi juga untuk pertama kalinya memboyong lini kendaraan komersial Mercedes-Benz Vans seperti Sprinter dan Vito yang telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan operasi militer dan penyelamatan.
Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam mendukung pertahanan nasional dan perlindungan sipil global.
Baca Juga: Mercedes-Benz Bikin Mobil Penangkal Drone Tempur!
Selama lebih dari 45 tahun, G-Class telah menjadi ikon mobilitas tinggi di medan paling ekstrem. Di ajang ini, Mercedes-Benz memperkenalkan varian G 350 d Station Wagon dengan bobot maksimal 4,5 ton dan daya angkut di atas satu ton.
Mobil ini dirancang sangat fleksibel untuk kebutuhan polisi militer hingga kendaraan komando. Menariknya, varian ini dilengkapi dengan lampu inframerah, sistem pencahayaan blackout, hingga ban run-flat yang tetap bisa melaju sejauh 100 kilometer meskipun mengalami kebocoran parah akibat tembakan atau ranjau.
Wolf 2: Pelopor Digital Angkatan Darat Jerman
Salah satu bintang utama di stan Mercedes-Benz adalah Wolf 2, sebuah varian praktis dari G-Class Station Wagon yang kini resmi digunakan oleh Angkatan Darat Jerman (Bundeswehr) sebagai kendaraan radio dan komando terbaru.
- Sistem Komando Digital: Menjadi kendaraan pertama yang dilengkapi sistem komunikasi digital D-LBO standar militer.
- Mobilitas Udara: Desain bodi dan struktur sasisnya dirancang agar mudah diangkut menggunakan helikopter atau pesawat militer.
- Ketangguhan Fisik: Memiliki ground clearance hingga 241 mm yang membuatnya mampu melewati genangan air sedalam 660 mm tanpa masalah.
Selain Wolf 2, Mercedes-Benz juga menyediakan sasis murni (tanpa kabin) berbasis G 350 d berbobot 4,9 ton untuk para karoseri pihak ketiga yang ingin membangun ambulans taktis atau kendaraan angkut pasukan khusus.
Debut Perdana Mercedes-Benz Vans di Pasar Militer
Kejutan besar datang dari divisi Mercedes-Benz Vans yang resmi menandai ekspansi mereka di pasar pertahanan internasional. Hadir dengan Sprinter 4x4, kendaraan ini menawarkan fleksibilitas luar biasa berkat sistem penggerak semua roda elektronik dan mesin diesel 2 liter bertenaga 140 kW.
Keunggulan utama Sprinter militer ini terletak di bagian fitur power take-off mesin, yang mampu menyuplai energi listrik mandiri untuk menghidupkan perangkat radar, radio komunikasi, dan sistem IT di tengah medan operasi terpencil.
Tidak mau kalah, Mercedes-Benz Vito juga tampil unjuk gigi dengan seragam Polisi Militer. Dilengkapi dengan suspensi udara yang bisa diatur ketinggiannya, ban all-terrain, cat kamuflase, serta dudukan senjata internal, Vito membuktikan bahwa mid-size van pun bisa disulap menjadi kendaraan taktis yang adaptif tanpa menghilangkan kenyamanan berkendara khas Mercedes-Benz.
Kolaborasi Canggih Sistem Pertahanan Anti-Drone
Tren perang modern yang melibatkan pesawat tanpa awak direspons cepat oleh Mercedes-Benz. Berkolaborasi dengan start-up deep-tech asal Munich, Tytan Technologies, dan karoseri BINZ, mereka menciptakan kombinasi kendaraan anti-drone yang sangat canggih.
Sistem ini menggabungkan fungsi Sprinter sebagai pusat kendali ruang udara yang dilengkapi stasiun operator dan ruang peluncuran drone pengintai, sementara G-Class bertindak sebagai armada pemburu di medan berat dengan menara radar teleskopik terintegrasi.
Baca Juga: Maserati Rilis MCPURA Cielo Tributo 1926, Perayaan 1 Abad
Sinergi Strategis dengan Pemerintah Proyek masa depan ini diperkuat lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Mercedes-Benz dan Tytan Technologies di Berlin, yang disaksikan langsung oleh Menteri Ekonomi Federal Jerman, Katharina Reiche.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sistem pertahanan berbasis sasis standar pabrikan demi kemudahan perawatan logistik.
Mandiri Energi Lewat Mercedes-Benz Energy
Menutup pameran inovasinya, Mercedes-Benz menyadari bahwa operasi militer modern saat ini sangat haus akan daya listrik. Oleh karena itu, melalui Mercedes-Benz Energy, mereka menghadirkan sistem penyimpanan energi seluler berbasis baterai otomotif berskala besar.
Teknologi ini mampu menyuplai listrik untuk pangkalan militer darurat (microgrids) tanpa harus bergantung sepenuhnya pada generator diesel konvensional. Dengan solusi ini, Mercedes-Benz berhasil memangkas kerentanan jalur logistik bahan bakar di garis depan pertempuran.