KabarOto.com - Mercedes-Benz membuka babak baru dalam sejarah kendaraan listrik dengan memperkenalkan Mercedes-Benz VLE (Van Luxury Electric). Menyandang julukan The Grand Limousine, mobil ini bukan sekadar kendaraan keluarga, namun juga perpaduan kenyamanan sedan kelas atas dan fleksibilitas MPV.
Mengusung desain futuristik dan teknologi canggih, VLE diproyeksikan menjadi standar baru bagi mobilitas eksekutif di 2027.
Meski sekilas terlihat seperti MPV tangguh biasa, Mercedes-Benz berhasil memberikan keajaiban teknik pada bodi VLE, karena memiliki koefisien hambat udara (drag coefficient) hanya 0,25. Angka tersebut biasanya ada pada sedan sport aerodinamis.

Dari sisi tampilan depan, mobil ini menarik perhatian karena memiliki grille menyala dan garis lampu tanpa celah untuk menghubungkan lampu utama Digital Light.
Salah satu detail paling menarik adalah penggunaan lampu berbentuk bintang, serta pilihan logo bintang Mercedes di kap mesin serta tengah grille, untuk kesan aristokrat namun tetap modern.
Masuk ke bagian kabin, Mercedes-Benz VLE menawarkan pengalaman yang disebut Seat Ballet. Kendaraan ini mampu menampung delapan penumpang dalam tiga baris kursi. Pabrikan juga menawarkan empat mode yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, yakni Baggage, Executive, People & Baggage, dan Standard.

Dalam mode Executive, kursi baris tengah akan bergeser sejauh mungkin ke belakang untuk memberikan ruang kaki luar biasa luas, setara dengan kabin pesawat first class.
Bagi yang menginginkan kenyamanan ekstra, opsi Grand Comfort Seat menyediakan bantalan tambahan, pengisian daya nirkabel, dukungan lumbar, fungsi pijat, hingga penyangga betis.
Teknologi hiburannya pun tidak main-main. Untuk baris belakang, terdapat layar panoramik raksasa berukuran 31,3 inci dengan resolusi 8K. Layar ini turun dari plafon saat dibutuhkan dan dilengkapi dengan kamera 8 megapiksel untuk keperluan video konferensi.

Seluruh sistem ini dijalankan oleh MB.OS (Mercedes-Benz Operating System) terbaru yang mengintegrasikan AI generatif, sehingga asisten virtual MBUX bisa diajak berdiskusi layaknya seorang teman.
VLE dibangun di atas platform Van Architecture terbaru dengan sistem kelistrikan 800-volt. Jantung pacunya didukung oleh paket baterai berkapasitas 115 kWh dengan teknologi NMC terbaru. Kombinasi ini memungkinkan VLE menempuh jarak hingga 700 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Masalah pengisian daya juga menjadi perhatian. Dengan sistem 800-volt, baterai dapat diisi ulang untuk mendapatkan jarak tempuh 355 km hanya dalam waktu 15 menit.
Mercedes menawarkan dua varian utama, VLE 300 dengan penggerak roda tunggal bertenaga 272 dk, dan varian tertinggi VLE 400 4MATIC dengan penggerak semua roda untuk menghasilkan tenaga 409 dk, serta akselerasi dari 0 ke 100 km/jam hanya perlu waktu 6,4 detik.

Baca Juga: Mercedes-Benz Belajar dari Tiongkok, Mobil Listrik Baru Pakai Teknologi Geely
Meskipun dimensinya besar, VLE dibekali fitur rear-axle steering hingga tujuh derajat. Fitur ini memungkinkan ban belakang ikut berbelok, sehingga radius putarnya hanya sekitar 10,9 meter, atau setara mobil kompak Mercedes-Benz CLA. Tersedia pula suspensi udara AIRMATIC, untuk kenyamanan berkendara, ketika mobil berada di permukaan jalan tidak rata.
Dari sisi keamanan, VLE dilengkapi 11 kantong udara, sistem Pre-Safe, serta fitur berkendara semi-otonom MB.DRIVE ASSIST untuk berpindah jalur secara otomatis hanya dengan mengaktifkan lampu sein. Kepraktisan juga tetap diperhatikan melalui pintu geser hands-free dan jendela belakang yang bisa dibuka secara independen.
Mercedes-Benz VLE dijadwalkan akan dipasarkan secara global, dengan estimasi harga di Eropa mulai dari 79.000 Euro atau setara Rp1,55 miliar.

