KabarOto.com - Mitsubishi Motors resmi mengumumkan peta jalan strategis untuk enam tahun ke depan. Fokus pada kendaraan masa depan, pabrikan berlogo tiga berlian ini siap meluncurkan 13 model baru yang seluruhnya mengadopsi teknologi elektrifikasi.
Langkah agresif ini menandai akhir era mesin pembakaran internal konvensional (non-elektrifikasi) murni di pasar global. Dari 13 model, komposisi powertrain akan terbagi secara merata dan strategis, yakni 5 varian Hybrid (HEV), 5 varian Plug-in Hybrid (PHEV), dan 3 varian Battery Electric Vehicle (BEV).
Baca Juga: Update Harga Mitsubishi Xpander Mei 2026, Mulai Rp275 Jutaan
Demi mendukung transisi tersebut, Mitsubishi juga mengembangkan mesin khusus PHEV/HEV secara in-house. Jantung mekanis baru tersebut diklaim memiliki efisiensi termal kelas dunia yang mencapai 48%.
Salah satu sorotan paling menarik dari rencana ini adalah kembalinya papan nama legendaris, Pajero. SUV cross-country tangguh ini dipastikan lahir kembali dengan mempertahankan sasis tangga (ladder-frame).
Menariknya, Pajero tidak lagi hadir sebagai model tunggal, melainkan dikembangkan menjadi family of vehicles yang terdiri dari beberapa varian spesifik, yakni Flagship SUV atau model berukuran besar yang tangguh, compact SUV atau varian dengan dimensi lebih ringkas, dan Mini Pajero atau mobil berukuran kecil untuk segmen kei car di Jepang.

Khusus pasar Asia Tenggara, Mitsubishi menegaskan bila pabrikan akan menghaadirkan generasi terbaru Xpander. Menyesuaikan regulasi emisi yang kian ketat, Next-Gen mobil MPV tersebut dipastikan mengadopsi teknologi hybrid sebagai standar baru.
Selain Pajero dan Xpander, Mitsubishi juga meracik suksesor Delica D:5. Minivan berkarakter off-road ini akan mendapatkan pembaruan menyeluruh setelah mempertahankan basis sejak 2007 silam.
Baca Juga: Meluncur Tahun Ini, Mitsubishi Pastikan Pajero Terbaru Pakai Sasis Ladder-Frame
Selain itu, penyegaran visual maupun teknis untuk Triton juga masuk dalam agenda, bersamaan dengan dua model SUV misterius di bawah segmen petualang yang detail spesifikasinya masih dirahasiakan oleh pabrikan.
Guna menghadapi gempuran kompetitor, Mitsubishi mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam proses riset dan pengembangan (R&D). Hasilnya, waktu pengembangan mobil berhasil dipangkas 20%, dari semula 45 bulan dipersingkat menjadi 36 bulan, dari papan desain hingga masuk ke lini produksi massal.
Dari 13 model yang direncanakan, lima di antaranya merupakan produk hasil kolaborasi taktis dengan mitra aliansi dan strategis luar. Langkah ini diambil guna menekan biaya investasi sekaligus mempercepat penetrasi pasar global.

