Mobil Hybrid Tidak Baik untuk LIngkungan, Berikut Alasannya

Abdi Kurniawan
Abdi Kurniawan 30 May 2016 - 01:18
Mobil Hybrid Tidak Baik untuk LIngkungan, Berikut Alasannya
Peter Achten dan Victor Timmers, peneliti dari Edinburgh University yang juga mengungkapkan, berat tambahan dari baterai membuat mobil ramah lingkungan justru lebih merusak lingkungan (Foto Istimewa)

Studi terbaru menemukan bahwa mobil listrik dan hybrid tidak baik untuk lingkungan. Lalu apa alasannya bahwa mobil hybrid tak baik untuk lingkungan?

Kini seperti yang kita ketahui bahwa menjamurnya pabrikan otomotif yang akan mengembangkan alias beralih ke teknologi mobil listrik atau hybrid agar lebih ramah lingkungan. Tetapi kenyataan berdasarkan hasil studi yang ditemukan oleh peneliti asal Skotlandia mengatakan, mobil listrik dan hybrid tersebut lebih buruk bagi lingkungan. Namun hal tersebut tidak dipengaruhi oleh limbah baterai, tetapi karena dipengaruhi oleh ban dan rem.

Hal itulah yang dituturkan oleh Peter Achten dan Victor Timmers, peneliti dari Edinburgh University yang juga mengungkapkan, berat tambahan dari baterai membuat mobil ramah lingkungan justru lebih merusak lingkungan. Sebab, mobil jenis itu akhirnya bakal memproduksi partikulat berlebih.

Seperti yang dikutip oleh autoevolution.com, hasil studi tersebut mencatat, kendaraan ramah lingkungan biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibanding mobil konvensional. Dan, berat ekstra itu bisa meningkatkan pemakaian ban dan rem.

Ketika fase akselerasi dan pengereman, mobil jenis ini mengalami keausan rem dan ban yang lebih cepat. Sehingga pada akhirnya, partikulat tertentu akan lebih banyak.

Selain itu, bobot mobil yang lebih berat juga menyebabkan jalanan lebih cepat rusak. Nantinya, permukaan jalan bisa melepaskan beberapa partikel.

Mereka sebagai peneliti mengklaim, partikulat yang disebabkan oleh tiga faktor itu justru lebih bahaya bagi manusia dibanding kendaraan konvensional. Sebab, partikulat itu lebih berpotensi menyebabkan serangan asma dan meningkatkan kemungkinan serangan jantung atau stroke.

Baca Juga: