Perusahaan Mesin Penyedot Debu Kembangkan Mobil Listrik

Perusahaan Mesin Penyedot Debu Kembangkan Mobil Listrik Mobil Listrik Radikal Dyson (omniauto.it)

KabarOto.com - Dikenal sebagai perusahaan pembuat mesin penyedot debu dan pengering rambut, Dyson ingin membuat dan mengembangkan mobil listrik pada 2020.

Rencana ini dikonfirmasikan Sir James Dyson, pendiri dan pemilik perusahaan yang akan menginvestasikan sekitar 2 miliar poundsterling atau sekitar Rp36,5 triliun.

Uang itu digunakan untuk membangun mobil "radikal" itu dari nol dalam beberapa tahun ke depan. Bila terlaksana, program ini akan mempekerjakan ratusan orang di Inggris.

Dinukil Motor1, Sabtu (30/12/2017) pengusaha miliarder tersebut terinspirasi untuk mengembangkan kendaraannya setelah permintaannya untuk menggunakan knalpot pengurang emisi Dyson di tahun 1990an diabaikan pabrikan mobil raksasa.

Mobil fully-electric ini telah menjadi ambisi perusahaan sejak 1998 dan sudah beroperasi secara penuh dalam proyek ini sejak 2,5 tahun lalu.

Dyson berharap dengan keahliannya dalam baterai dan motor listrik akan memberikan keunggulan walaupun saat ini semua pabrikan mobil berlomba-lomba memproduksi mobil listrik dan hibrida.

Baca Juga:

Pusat pengembangan mobil ini akan berada di Hullavington, Inggris, bekas markas besar RAF pada perang dunia kedua di Wiltshire, yang dibuka secara resmi tahun depan. Namun, saat ini kendaraan tersebut dikembangkan di markas terdekatnya.

Sir James belum memberikan rincian mobil tersebut. Dia hanya mengatakan ini akan menjadi kebangkitan terbesar.

"Tidak ada gunanya melakukan hal seperti orang lain. Anda harus menunggu dan melihat, kami mencoba menjadi radikal,"kata Dyson. "Proyek ini murni dibuat Dyson tanpa ada kerjasama dengan yang lain."

Sir James mengatakan, pihaknya menginvestasikan 1 miliar poundsterling sekitar Rp18,3 triliun dalam proyek mobil dan 1 miliar poundsterling sekitar Rp18,3 triliun untuk teknologi baterai pendukungnya.

Dyson akan memiliki dua tim untuk mengerjakan poyek baterai "solid state" untuk menghasilkan baterai yang lebih aman dan lebih padat dari baterai lithium-ion yang ada saat ini.

Saat ini perusahaan memiliki 400 karyawan yang bekerja membuat kendaraan tersebut, namun Sir James mengatakan staf perusahaan di Inggris pada akhirnya akan "berlipat ganda" karena proyek tersebut.

Dia mengatakan kendaraan pertama akan memiliki fitur self-driving basic, namun tidak sepenuhnya autopilot dan akan berteknologi tinggi serta menjadi kendaraan yang mempunyai nilai jual yang tinggi.

Saat ini Dyson memperkerjakan beberapa orang penting dari Aston Martin serta akan merekrut petinggi dari BMW, Ian Robertson untuk proyek ini, tapi belum ada konfirmasi kebenarannya.

Berita Terkait

Berita Terkait