Mobil listrik diharapkan menjadi kendaraan di masa depan. Namun menurut penelitian yang dilakukan lembaga konservasi alam World Wide Fun (WWF), Jerman, yang merupakan pusat perusahaan otomotif, tak tertarik dengan pengembangan mobil listrik.
Selain WWF, perusahaan teknologi ramah lingkungan bernama Litchblick juga melakukan penelitian yang hampir sama. Mereka melacaknya dari penjualan mobil listrik secara global.
Jerman menjadi salah satu negara yang tertinggal. Dalam 6 tahun terakhir misalnya, jumlah mobil listrik di jalan meningkat 20 kali lipat. Tetapi negara yang merupakan pasar mobil terbesar di Eropa itu cukup tertinggal dalam penjualan mobil listrik.
Di 2016 misalnya, 29,3 persen terdaftar di Norwegia merupakan mobil listrik, sementara di Jerman hanya 0,7 persen. Ini merupakan perbedaan yang cukup jauh. Hanya ada 11.000 mobil terdaftar dari total 3,4 juta unit mobil baru yang dijual di negeri itu.
Dilansir dari Autoevolution, Rabu (12/4/2017), seorang ahli di bidang tersebut mengatakan, Jerman memiliki prediksi tersendiri soal mobil. Misalnya seperti bagaimana membuat agar mobil tersebut bisa menempuh 1.000 km hanya dengan satu kali pengisian ulang baterai.
Mobil listrik yang dijual di pasaran saat ini rata-rata baru mencapai 150 hingga 200 km. Meski daya jelajah menjadi fokus para produsen saat ini, konsumen di Jerman memeiliki target tersendiri terkait hal itu.
Mobil Listrik Tak Populer di Jerman
Minggu, 16 April 2017
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.