KabarOto.com - Memiliki status pasar mobil terbesar kedua di dunia, membuat Amerika Serikat punya potensi besar bagi semua merek otomotif. Hal inilah yang membuat Chery tertarik untuk hadir di sana.
Namun baru ingin berniat hadir, perusahaan otomotif asal Tiongkok itu sudah mendapat tantangan besar. Para eksekutif agak menentang kehadirannya karena dianggap bisa mengganggu industri yang sudah ada.
Mereka juga masih menunggu tarif impor dicabut dan pembatasan dilonggarkan, meski entah kapan akan benar-benar terjadi masih belum bisa dipastikan.
Baca Juga : Jaecoo J5 EV Banyak Dipesan, Janji Waktu Tunggu Hanya 1 Bulan
Berhasil tidaknya Chery masuk Pasar Amerika juga dipengaruhi oleh hubungan politik kedua negara. Diawal tahun, Donald Trump sempat menyampaikan kemungkinan merek Cina menjual mobil di Amerika Serikat, namun tak ada kepastian lebih lanjut.

Chery merupakan merek yang besar, pada portfolio mereka ada merek Exeed, iCar, Luxeed, Jetour, Omoda, Jaecoo dan Chery itu sendiri. Dan setiap merek itu punya strategi untuk masuk pasar Amerika Serikat.
Zhang Guibing, President Chery International berbicara kepada jurnalis di kantor pusatnya di Wuhu, Cina, jika Ia akan menunggu momentum yang pas untuk bisa masuk pasar Amerika Serikat.
Baca Juga : Leapmotor B10 Terlihat Wara-wiri di Jakarta, Intip Spesifikasinya
"Kami mencari momentum bagus dan waktu yang tepat, kami harap bisa masuk ke sana. Semua tahu pasar mobil Amerika sangat besar, kami punya ide untuk menjual mobil di sana," katanya.
Setelah tumbuh besar dan cepat di Cina, Chery memang langsung fokus pada pasar global. Mereka telah hadir di Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Amerika Latin.
Bahkan kabar terbaru mereka berhasil masuk pasar Kanada, dan mulai penjualan akhir tahun ini. Di sana, fokus mereka berada di British Columbia, Ontario dan Quebec.