KabarOto.com - Persaingan di segmen SUV listrik full-size kelas atas mencapai puncaknya pada tahun 2026 ini. Founder NIO, William Li, secara resmi memperkenalkan NIO ES9, model yang diklaim sebagai SUV paling canggih dalam sejarah 11 tahun perjalanan inovasi perusahaan.
Kehadiran ES9 menjadi ancaman serius bagi dominasi Zeekr 9X dan AITO M9, terutama dengan strategi harga pre-sale yang agresif mulai dari RMB 528.000 setara Rp 1,3 miliar, atau bahkan lebih terjangkau melalui model langganan baterai (BaaS).
NIO ES9 hadir sebagai "raksasa" baru dengan dimensi yang melampaui rata-rata MPV besar. Memiliki panjang mencapai 5.365 mm dan jarak sumbu roda 3.250 mm, ES9 dinobatkan sebagai SUV listrik murni terbesar di Tiongkok saat ini.
Ukuran masif ini berkontribusi langsung pada kenyamanan kabin, di mana ruang kaki baris kedua dan ruang kepala baris ketiga diklaim sebagai yang terbaik di kelasnya, bahkan mampu mengakomodasi enam penumpang dengan total 13 koper sekaligus.
Baca Juga: Hyundai Ioniq Masuk Pasar Tiongkok, Siapkan Ioniq Universe dan Mobil Listrik Baru
Salah satu daya tarik utama yang sulit ditandingi kompetitor adalah ekosistem energi NIO. Dengan dukungan lebih dari 3.700 stasiun battery swap, pemilik ES9 tidak perlu lagi khawatir soal durasi pengisian daya.
Selain itu, melalui skema Battery as a Service (BaaS), konsumen dapat memiliki SUV flagship ini dengan harga mulai dari RMB 420.000 atau setara Rp 1,05 miliar saja. Sebuah langkah cerdas yang secara efektif memangkas harga entri di bawah para pesaing utamanya.
Dari sisi teknologi, ES9 membawa standar baru melalui arsitektur elektrik 900V. Semua varian telah dilengkapi dengan fitur canggih seperti steer-by-wire dan rear-wheel steering untuk memudahkan manuver bodi bongsornya.
Pada kasta tertinggi, sistem suspensi SkyRide fully active memberikan kontrol vertikal yang luar biasa, memastikan kenyamanan berkendara tetap terjaga meski melintasi medan off-road ringan seperti gurun atau jalanan bersalju.
Kabin NIO ES9 dirancang layaknya jet pribadi dengan sentuhan budaya tradisional Tiongkok yang kental. Fokus utama terletak pada kursi eksekutif "zero-gravity" di baris kedua yang dapat direbahkan hingga 2,3 meter, lengkap dengan meja lipat dan fitur pijat 22 titik.
Penggunaan material kayu alami Maple Shadow dan sulaman motif pemandangan tradisional memberikan kesan mewah yang prestisius namun tidak berlebihan, sebuah filosofi yang disebut NIO sebagai "prestigious but not ostentatious."
Aspek privasi dan hiburan juga menjadi perhatian serius bagi kalangan pembeli elit. ES9 dilengkapi dengan jendela smart dimming yang memiliki 11 zona penyesuaian untuk memblokir cahaya dari luar secara total.
Untuk sistem audio, sistem Lyra dengan 47 speaker bertenaga 3020W siap memberikan pengalaman sinematik. Keamanan digital pun dijamin dengan tombol privasi khusus yang mampu mematikan seluruh kamera dan mikrofon sistem secara instan.
Baca Juga: Dongfeng Nissan NX8, Buka Harga dari Rp350 Jutaan
Kecerdasan buatan pada ES9 didukung oleh cip NX9031 rancangan mandiri dan sistem sensor yang mencakup tiga unit LiDAR. Integrasi NIO World Model (NWM) memungkinkan kendaraan melakukan navigasi point-to-point dan parkir otomatis dengan tingkat presisi tinggi.
Keunggulan komputasi ini menempatkan ES9 setara, bahkan melampaui fitur bantuan mengemudi cerdas yang ditawarkan oleh teknologi Huawei pada AITO M9.
Dengan kombinasi dimensi yang luas, efisiensi energi lewat sistem tukar baterai, dan kemewahan interior yang sarat teknologi, NIO ES9 menjadi opsi yang sangat kuat bagi konsumen yang mencari SUV keluarga namun tetap fungsional sebagai kendaraan bisnis.
NIO telah melakukan langkah "all-in" pada model ini, menjadikannya standar baru dalam lanskap industri otomotif masa depan yang mengedepankan keberlanjutan tanpa kompromi pada kenyamanan.
Spesifikasi Teknis NIO ES9 (2026)
| Komponen / Fitur | Detail Spesifikasi |
| Dimensi (P x L x T) | 5365 mm / 2029 mm / 1870 mm |
| Wheelbase | 3250 mm |
| Arsitektur Elektrik | 900V High-Voltage System |
| Sistem Penggerak | Dual-Motor AWD (520 kW) |
| Kapasitas Baterai | 102 kWh (Standard Pack) |
| Jarak Tempuh (CLTC) | 620 km |
| Chassis Control | Steer-by-wire, Rear-wheel Steering, SkyRide Active Suspension |
| Sistem Komputasi | NX9031 Chip (Dual-Chip pada varian tinggi) |
| Sistem Audio | Lyra 9.2.4.8 (47 Speakers, 3020W) |
| Kapasitas Penumpang | 6 Penumpang (Zero-Gravity Executive Seats) |
| Sistem Sensor | 31 Sensor (Termasuk 3 LiDAR & 4D Imaging Radar) |
| Harga (dengan Baterai) | Mulai Rp 1,39 miliar s/d Rp 1,64 miliar |
| Harga (Skema BaaS) | Mulai Rp 1,05 miliar s/d Rp 1,37 miliar |