Organda Desak Pemerintah Segera Rampungkan Pembangunan Tol Kunciran - Bandara

Organda Desak Pemerintah Segera Rampungkan Pembangunan Tol Kunciran - Bandara Pembangunan jalan tol Kunciran - Bandara.

Kabaroto.com - Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mendesak pemerintah dan para pemangku kepentingan pembangunan jalan tol Kunciran Bandara untuk segera mendorong akselerasi proyek itu agar cepat rampung. Pasalnya, keberadaan jalan tol tersebut tak hanya menunjang aksesabilitas ekonomi dan sosial masyarakat yang juga berdampak kepada ekonomi nasional.

“Organda sangat mendukung program pengembangan infrastruktur, terutama jalan tol, termasuk ruas tol Kunciran- Bandara. Karena (pembangunan tol) akan berdampak positif. Sebab, penambahan infrastruktur jalan tol masih belum sebanding dengan penambahan jumlah kendaraan,” tutur Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organda Adrianto Jokosoetono, di Jakarta, Rabu (3/5).

Menurutnya, ruas tol ini tidak hanya berdampak positif untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga memiliki arti strategis bagi kegiatan ekonomi produktif. Bahkan berdampak kepada anggaran negara.

“Sebab, kalau lalu- lintas tidak macet maka konsumsi bahan bakar juga bisa lebih hemat. Anggaran negara untuk subsidi bahan bakar pun lebih hemat, dan ongkos operasional kendaraan pribadi maupun angkutan bisnis juga lebih hemat,” jelasnya.

Terlebih, ruas tol Kunciran- Batuceper-Bandara itu juga menjadi lintasan alternative menuju ke Bandara Soekarno Hatta maupun pelabuhan Tanjung Priok.

“Jalan tol ini juga berpengaruh besar pada operasional truk angkutan barang dan penumpang. Faktor ini sangat berpengaruh. Jadi, jika tol ini dapat mengurangi kemacetan, maka bisa menurunkan biaya angkutannya,” papar Adri.

Namun, dia mengegaskan jika saat ini proses pembangunan ruas tol tersebut masih belum seperti yang diharapkan, maka pihaknya hanya bisa berharap segera direalisasikan dan rampung.

“Karena untuk akselerasi (pembangunan), Organda bukan pihak yang bisa memberikan usulan,” ujarnya.

Senada, pengamat tata kota Yayat Supriatna mendesak kepada pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan jalan tol Kunciran-Bandara yang kehadirannya sudah mendesak mengingat ruas ini memiliki fungsi strategis menghubungkan transportasi di Jabodetabek dan seiring bertumbuhnya volume kendaraan.

“Sekarang ini masyarakat tidak memiliki pilihan untuk menuju Bandara masih mengandalkan jalan tol lama dengan konsekuensi mengalami kemacetan akibat tingginya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut,” kata Yayat yang juga pengajar di Universitas Trisakti.

Apalagi kehadiran tol Kunciran-Bandara memiiki peran penting dan strategis tidak hanya menghubungkan Bandara tetapi juga merupakan bagian dari JORR II yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok.

Yayat menilai lambatnya pembangunan tol Kunciran- Bandara bukan semata-mata sulitnya pengadaan lahan mengingat pemerintah sudah memiliki kebijakan terkait hal tersebut termasuk menggunakan dana talangan untuk mengurangi risiko pembebasan tanah.

Menurut dia pemerintah seharusnya dapat mengidentifikasi kendala dalam pembangunan ruas tol tersebut karena hal ini menyangkut kepastian waktu pekerjaan dan ketepatan waktu pengoperasian jalan tol ini.

Yayat mengatakan kehadiran tol Kunciran-Bandara ini harus segera direalisasikan untuk menghindari terjadinya ekonomi biaya tinggi akibat kendala transportasi.

Proyek Kunciran-Batuceper- Bandara, akan melintasi 12 kelurahan di lima kecamatan di Kota Tangerang. Jalan ini menggunakan 2.497 bidang tanah Sampai dengan pertengahan April 2017 total pembebasan lahan proyek tol Kunciran-Bandara telah mencapai sekitar 27%.

Lahan yang diperlukan tersebut untuk seksi I yang meliputi wilayah Kunciran, Pakojan, Cipete. Seksi II yakni Cipete, Poris Plawad Indah, Buaran Indah, Tanah Tinggi.

Selain itu untuk seksi III meliputi Tanah Tinggi, Batusari, Batujaya, Belindung, Pajang, Jurumudi, serta seksi IV yakni Jurumudi dan Benda

Berita Terkait

Berita Terkait