Pelabuhan Di Jawa Barat Dimandatkan Jadi Pusat Perdagangan Otomotif Internasional

Pelabuhan di Jawa Barat Dimandatkan jadi Pusat Perdagangan Otomotif Internasional Anadolu Agency

KabarOto.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan peran pelabuhan sangat penting dalam perdagangan internasional, sebagai pintu gerbang utama dalam proses bongkar muat ekspor dan impor seperti dalam industri otomotif.

Seperti pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat yang akan diluncurkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat, "Tentunya memiliki nilai yang sangat penting bagi pengembangan industri otomotif nasional,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Jum'at kemarin (20/11).

Ia menjelaskan bahwa Pelabuhan Patimban didedikasikan untuk menjadi poros besar dalam produksi kendaraan bermotor di Indonesia dan ekspor produk otomotif ke pasar global.

”Kami mengajak seluruh pelaku industri otomotif untuk dapat menjadikan Pelabuhan Patimban sebagai mitra strategis dalam aktivitas bongkar muat barang untuk ekspor-impor agar dapat menjadi pusat perdagangan internasional,” paparnya.

Ia optimis, Pelabuhan Patimban bakal mendongkrak daya saing industri otomotif di tanah air. Menurutnya industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Kemenperin Percepat Program Kendaraan Listrik, Ini Alasannya

“Saat ini, ada 19 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp 93,22 triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, dan menyerap tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” sebutnya.

Selain itu, pihaknya mengklaim produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada Januari-September 2020, ekspor kendaraan CBU (Completely Build Up) sebanyak 155,25 ribu unit atau senilai Rp 28,20 triliun.

Adapun ekspor kendaraan CKD (Completely Knock Down) sebanyak 34,72 ribu set atau senilai Rp 1,10 triliun, dan pengapalan komponen sebanyak 40,36 juta pcs atau senilai Rp 15,20 triliun.