KabarOto.com - Pembalap profesional Rifat Sungkar, membagikan pengalaman impresifnya saat menguji ketahanan dan efisiensi bahan bakar dari jagoan SUV terbaru, Mitsubishi New Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV).
Dalam pengujian jarak jauh yang menantang rute Jakarta menuju Bali, Rifat secara langsung mengeksplorasi potensi penuh teknologi elektrifikasi generasi terbaru yang diusung oleh Mitsubishi Motors.
Perjalanan ini bukan sekadar simulasi biasa, melainkan pengujian intensif untuk membuktikan sejauh mana kendaraan elektrifikasi sanggup menjawab tantangan mobilitas jalanan Indonesia.
Baca Juga: Teknologi Mitsubishi New XForce HEV, Iritnya Bikin Kantong Senyum
Daftar Isi
Keiritan Mobil
Daftar Isi
Salah satu capaian paling mengejutkan dalam pengujian tersebut adalah efisiensi bahan bakar yang tergolong luar biasa. Bermodalkan satu tangki penuh berkapasitas 42 liter, Mitsubishi Xforce HEV mampu menembus jarak tempuh hingga 1.172 kilometer.
Perjalanan maraton yang memakan waktu sekitar 25 jam tersebut dilakukan dengan kecepatan rata-rata 70–80 kpj. Rifat bahkan mengaku melakukan pengujian jalan ini sebanyak dua kali demi memastikan keakuratan serta konsistensi data efisiensi yang didapatkan.
Saya menyoroti kehalusan transisi daya antara mesin pembakaran internal dan motor listrik. Sistem hybrid cerdas pada New Xforce HEV bekerja secara seamless tanpa hentakan yang mengganggu pengemudi maupun penumpang. Kehadiran fitur modern seperti electric shifter (shift-by-wire) turut memberikan sensasi berkendara yang jauh lebih presisi dan praktis, terutama saat menghadapi dinamika lalu lintas luar kota yang berubah-ubah. Keheningan kabin saat beroperasi dalam mode listrik (EV mode) juga menjadi poin nilai tambah yang meningkatkan kenyamanan sepanjang perjalanan,
katanya.
Baca juga:
8 Fitur Mitsubishi Xforce yang Ramah Pengemudi Wanita
Respon Mesin
Selain keiritan dan responsivitas mesin, ketangguhan SUV kompak ini diuji melalui ragam kondisi jalan Pantura hingga penyeberangan ke Pulau Dewata. Rifat terkesan dengan keberadaan enam drive mode (Normal, EV, Charge, Wet, Gravel, dan Mud) yang membuat pengemudi tetap percaya diri melintasi berbagai karakter permukaan jalan.
Fitur Charge Mode secara khusus mendapat perhatian positif karena mampu mengisi ulang daya baterai secara mandiri saat mobil melaju, memastikan ketersediaan pasokan tenaga listrik secara optimal sepanjang rute jarak jauh.
Saya cukup kagum, karena biasanya motor listrik hybrid itu bekerja di kecepatan di bawah 60 kpj, sedangkan saya mencoba di kecepatan 121 kpj sewaktu perjalanan ke Bali, transisi torsi ke tenaga mesinnya pun terasa halus,
pungkas Rifat.


