Pembuktian Primadona Baru Balap Motor Trial Game Asphalt

Yudi Atmajaya
Yudi Atmajaya 19 Dec 2017 - 08:00
Pembuktian Primadona Baru Balap Motor Trial Game Asphalt
Pembuktian Primadona Baru Balap Motor Trail Aspal

KabarOto.com - Gelaran seri terakhir Trial Game Asphalt 2017 di Malang, 15-16 Desember kemarin menjadi ajang pembuktian primadona baru balap motor trail di lintasan aspal.

Selain Doni Tata yang meraih title juara umum di dua kelas, yakni FFA 250cc dan FFA 450cc, seri pamungkas ini diwarnai berbagai atraksi sportainment yang memukau.

Tak heran, ribuan penggemar balap, khususnya Trial Game Asphalt, memadati arena Stadion Kanjuruhan, Malang, sejak hari pertama pembukaan.

(Baca Juga: Pebalap Kawakan Tanah Air Beraksi di Final Trial Game Asphalt 2017)

Rangkaian Trial Game Asphalt 2017 digelar dalam empat seri, yakni satu special race di Solo (20-21 April 2017) serta tiga seri reguler di Jogjakarta (15-16 September 2017), Purwokerto (24-25 November 2017) dan Malang (15-16 Desember 2017).

Kota Malang menjadi tuan rumah terakhir alias seri pamungkas dari seluruh rangkaian gelaran Trial Game Asphalt 2017.

“Seri terakhir ini menjadi pembuktian bahwa Malang merupakan salah satu basis besar pecinta sport khususnya Trial Game. Meskipun sering hujan, namun antusiasme penonton tetap luar biasa. Apalagi di seri ini tercatat ada 123 rider yang berpartisipasi, dan semuanya berupaya menampilkan aksi terbaik mereka meskipun di bawah guyuran hujan,” ujar Tjahyadi Gunawan selaku Ketua Penyelenggara dari Genta Auto & Sport usai race.

Keseruan yang pertama dari seri terakhir ini tentu saja muncul dari lintasan balap yang dihuni oleh rider-rider papan atas Indonesia, mulai dari Doni Tata, Gerry Salim, Tommy Salim, Ivan Harry hingga Wawan Tembong. Di hari pertama yakni Jumat, 15 Desember 2017, para rider menggeber tunggangannya untuk mendapatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi. Guyuran hujan dan hawa dingin Stadion Kanjuruhan membuat adrenalin para rider terpacu karena harus putar strategi dan balapan dalam lintasan basah.

Tak kurang, 123 rider berpartisipasi mengikuti seri terakhir ini dengan sembilan kelas balapan yakni FFA 250cc, Trail-175cc Open, Trail-175cc Non Pro, FFA 450cc, Trail 250 Non Pro, Trail 250 Open, Trail 175 Komunitas, Trail 150 Komunitas, dan FFA 450 Master. Ratusan rider tersebut bersaing memperebutkan total hadiah lebih dari 100 juta rupiah.

Sementara itu di luar lintasan, keseruan lain diwarnai dengan berbagai atraksi sportainment. Seperti hebohnya aksi di panggung utama yang menyajikan hentakan musik eletronik dari Female DJ Baby Glow, berbagai permainan interaktif yang melibatkan para pengunjung, hingga atraksi dari freestyler Wawan Tembong yang juga berlaga di lintasan balap ini. Rangkaian race di Malang ini ditutup dengan pertunjukan kembang api yang spektakuler memenuhi langit Malang.

Hasil Race

Klimaks rangkaian Trial Game Asphalt 2017 tersaji pada keesokan harinya, Sabtu, 16 Desember 2017 di mana para rider menunjukkan aksi terbaiknya dalam balapan yang digelar dua kali, yaitu Moto1 di sore hari dan Moto2 pada malam harinya.

Doni Tata yang punya kans besar menjadi juara umum di kelas FFA 250 dan FFA 450 harus menghadapi kenyataan lain. Ia terpaksa menggunakan ban kering meskipun guyuran hujan membuat balapan berlangsung dengan kondisi wet race.

“Soalnya ban basah saya sudah habis di seri sebelumnya yaitu Yogyakarta dan Purwokerto. Jadi mau tak mau, saya pakai ban kering untuk balapan dan itu menjadi tantangan tersendiri,” tutur Doni yang pernah berlaga di MotoGP ini.

Dalam race bertajuk 'The Battle of Champions' itu, Doni Tata harus bersusah payah melawan rivalnya yang sudah menyesuaikan ban dengan lintasan basah.

Gerry Salim yang baru saja menjuarai Asian Road Racing Championships 2017 dan Farudilla Adam mengambil keuntungan dari kesulitan Doni itu dengan silih berganti menduduki peringkat satu, baik di Moto 1 maupun Moto 2.

Di kelas 250cc, Doni mengumpulkan 136 poin, unggul 32 angka dari Ivan Harry Nugraha di posisi kedua dengan 102 poin.

Sementara di kelas 450cc, Doni mengumpulkan 140 poin, unggul 26 poin atas Ivan Harry Nugraha di posisi kedua dengan 114 poin.

“Karena faktor ban tadi, Saya memilih bermain aman di seri terakhir di Malang ini. Karena target saya memang juara umum,” tutur Doni.

Editor : ballian