Pemerintah Berencana Membangun Crude Storage dan Bioetanol E20

1 jam, 4 menit lalu
Pemerintah Berencana Membangun Crude Storage dan Bioetanol E20

Ilustrasi Crude Storage. (Foto: Babbitt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ketahanan energi nasional. Selain berfokus pada diversifikasi bahan bakar, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di sejumlah wilayah Sumatra guna meningkatkan kapasitas cadangan pasokan nasional.

Rencana strategis tersebut dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Pembangunan infrastruktur penyimpanan ini ditargetkan mampu menampung pasokan minyak mentah hingga kapasitas 60 hari.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina 4 November 2026, Pertamax dan Dexlite Naik atau Turun?

Amankan Cadangan Energi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa fasilitas tersebut disiapkan secara khusus untuk menampung minyak mentah hasil impor, sehingga Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih fleksibel dan memadai dalam menghadapi dinamika global.

Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,

ujar Bahlil usai rapat.

Mengenai tahap pelaksanaannya, Bahlil menyebutkan bahwa studi kelayakan (feasibility study) pembangunan fasilitas crude storage telah rampung. Pemerintah dijadwalkan mulai melakukan peninjauan lokasi pada akhir tahun ini dengan mengutamakan mitigasi risiko dan keselamatan kerja.

Penentuan lokasi dilakukan secara cermat guna memastikan area penyimpanan terbebas dari potensi bencana alam yang dapat mengganggu pasokan energi nasional.

Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan,

tegasnya.

Rencana Pengembangan Bioetanol

Di sisi lain, pemerintah juga mengakselerasi diversifikasi bahan bakar kendaraan melalui pengembangan bioetanol. Dalam kesempatan yang sama, pemerintah menyiapkan rencana strategis pengembangan bioetanol secara bertahap mulai dari racikan E20 hingga E50.

Baca Juga: Daftar Harga BBM SPBU Swasta November 2026, Tembus Rp25.420 Per Liter

Guna menjaga kesinambungan program bioetanol tersebut, Kementerian ESDM berkolaborasi erat dengan Kementerian Pertanian untuk memastikan kesiapan bahan baku dari sektor hulu. Langkah ini berjalan beriringan dengan komitmen pemerintah yang tetap melanjutkan program mandatori biodiesel B50.

E20 sampai dengan E50 dan kami sudah menyiapkan renstranya. Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Pak Mentan dengan ESDM,

kata Bahlil.

Langkah terpadu ini diharapkan memperkuat keandalan pasokan, meningkatkan fleksibilitas pengelolaan energi, serta membangun sistem energi Indonesia yang semakin tangguh, mandiri, dan berdaya saing di tengah dinamika global.

Tags:

#BBM #Kelangkaan BBM #Krisis BBM
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan