KabarOto.com - Pasar kendaraan listrik (Electric Vehicle) saat kini semakin tumbuh di Indonesia. Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai untuk mendukung transformasi menuju ekonomi hijau.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, mengatakan, industri otomotif merupakan sektor strategis dengan dampak besar terhadap perekonomian nasional, transisi menuju kendaraan listrik harus berjalan optimal.
Baca Juga: Siap-siap, Kendaraan Listrik Tak Lagi Dapat Subsidi Pajak dari Pemerintah
"Transformasi menuju kendaraan listrik harus dipastikan berjalan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri dalam negeri,” ujar Setia dalam diskusi bertema “Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Genjot Adopsi Electric Vehicle”, yang berlangsung di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (22/04/2026).
Ia mengatakan, saat ini ada 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun. Selain itu, terdapat 68 perusahaan sepeda motor listrik dan sembilan produsen bus listrik. Total investasi di sektor ini mencapai Rp25,674 triliun.
Dari sisi pasar, populasi kendaraan listrik di Indonesia hingga Maret 2026 mencapai 358.205 unit dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) di atas 140% dalam lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Kemenperin juga terus memperkuat kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Targetnya, TKDN kendaraan listrik mencapai 40% pada 2026, 60% pada 2027 - 2029 dan meningkat menjadi 80% mulai 2030.
“Kami ingin investasi kendaraan listrik tidak berhenti pada perakitan, tetapi berkembang hingga penguatan rantai pasok nasional, termasuk baterai dan komponen utama,” tegasnya.
Menurut Setia, Indonesia memiliki keunggulan strategis dalam rantai pasok baterai, mulai dari pemurnian nikel hingga daur ulang, yang menjadi daya tarik bagi investor global.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan sekaligus basis ekspor global,” tambahnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama,
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyebut, telah terjadi perubahan struktural dalam industri otomotif nasional, dari dominasi mesin pembakaran internal (ICE) menuju multi-powertrain.
Baca Juga: Presiden RI: Rakyat Pakai Kendaraan Listrik, BBM untuk Orang Kaya
“Penjualan mobil konvensional terus menurun, sementara kendaraan listrik meningkat. BEV kini menjadi primadona dan mesin pertumbuhan baru industri, otomotif” terang Kukuh.