KabarOto.com - Libur Lebaran 2026 telah usai, untuk pengguna kendaraan harus mencek kondisi ban, karena satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan jalan.
PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pengecekan ban kendaraan guna menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara dalam aktivitas sehari-hari usai lebaran.
Baca juga: Zeekr 001 5th Anniversary Edition Diluncurkan, Bawa Pembaruan Sporty Bertenaga 912 Dk

“Perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal. Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal,” ujar Mukiat Sutikno selaku Presiden Direktur Bridgestone Indonesia.
Selama perjalanan mudik, ban kendaraan menghadapi berbagai kondisi ekstrem, antara lain:
- Jarak tempuh panjang yang mempercepat keausan tapak ban.
- Durasi berkendara lama disertai paparan panas jalan dan suhu ban tinggi.
- Beban kendaraan berlebih, baik dari penumpang maupun barang bawaan.
- Kondisi jalan yang beragam, mulai dari jalan mulus hingga berlubang, bergelombang, dan berkelok.
Kombinasi faktor tersebut dapat menurunkan performa ban dan memengaruhi kenyamanan berkendara, seperti timbulnya getaran, suara bising, hingga menurunnya kemampuan pengereman.
Kerusakan ban kerap tidak langsung terlihat, namun berpotensi membahayakan jika tidak ditangani sejak awal. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
1. Tekanan Angin Ban
Tusukan paku atau benda tajam yang tidak terasa saat perjalanan panjang dapat menyebabkan tekanan angin berkurang secara perlahan. Pastikan tekanan angin ban, termasuk ban serep, disesuaikan kembali dengan rekomendasi pabrikan kendaraan yang tertera pada pilar pintu.
Ban dengan tekanan angin kurang dapat menyebabkan dinding samping melentur berlebihan, menghasilkan panas ekstrem, dan meningkatkan risiko terlepasnya tapak ban hingga pecah ban.
Baca juga: Hanya Ada Satu di Dunia, Porsche 911 Targa RUF BTR III Jadi Incaran Kolektor
2. Kondisi Fisik Dinding Samping Ban
Periksa adanya:
-
Benjolan (bulging) akibat menghantam lubang atau permukaan jalan rusak.
-
Retakan halus (crack) akibat pemanasan berlebih dan usia pakai ban.
Kerusakan fisik tersebut menandakan perubahan struktur ban dan memerlukan penanganan segera, termasuk penggantian ban demi keselamatan berkendara.
3. Periksa Tingkat Keausan Ban
Perhatikan pola keausan ban, seperti:
- Keausan di bagian tengah atau sisi ban akibat tekanan angin yang tidak sesuai.
- Keausan tidak merata akibat perubahan setelan spooring karena kondisi jalan.
Melakukan spooring dan

