Kabaroto.com - Keputusan Sirkuit Sepang untuk mundur dalam menggelar balapn Formula One (F1) berbuntut panjang. CEO Sirkuit Sepang, Dato Razlan Razali, merasa ditipu oleh mantan Bos F1, Bernie Ecclestone.
Musim 2017 menjadi kali terakhir Sirkuit Sepang menggelar balapan F1. Perdana Menteri Malaysia, Seri Najib Tun Razak mengungkapkan keputusan ini diambil karena semakin menurunnya keuntungan yang didapat oleh penyelenggara dibandingkan biaya yang dikeluarkan.
Kini, muncul fakta baru mengenai mundurnya Sirkuit Sepang dalam menyelenggarakan balapan jet darat itu. CEO Sirkuit Sepang, Dato Razlan Razzali, merasa mantan bos F1, Bernie Ecclestone, telah menetapkan tarif yang amat mahal untuk menyelenggarakan balapan F1.
"Saya seperti telah diperas, meskipun saya tak dipakas untuk meneken kontrak. Selama ini dia (Ecclestone) memasang tarif mahal dan kami tak mendapatkan apa yang kami inginkan," tutur Dato Razlan seperti dilansir Autosport, Kamis (4/5/2017).
"Kami tak mendapatkan balapan yang menarik dan akses ke pebalap serta tim. Berbagai komentarnya membuat kami bagaikan orang bodoh. Kami merasa telah ditipu karena kami tak mendapatkan apa yang kami bayar," dia menambahkan.
Baru-baru ini, Ecclestone memang mengeluarkan komentar bernada miring mengenai menurunnya minat penggemar F1 dibandingkan dengan MotoGP. Dia menilai bukan kesalahan FIA jika F1 gagal menunjukkan tontonan yang menarik.
F1 sendiri kini dipayungi oleh Liberty Media. Sang penyelenggara baru terus berupaya membujuk agar Sirkuit Sepang tetap menjadi venue balapan F1. Namun, upaya itu gagal.
"Liberty Media menawarkan pemangkasan tarif penyelenggaraan. Namun, tawaran itu tak cukup untuk meyakinkan kami bertahan," ungkap Dato Razlan.
Pengelola Sirkuit Sepang Merasa Ditipu Mantan Bos F1
Kamis, 04 Mei 2017
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.