KabarOto.com - Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin pesat. Di tengah meningkatnya adopsi mobil listrik murni (BEV), hybrid (HEV), hingga plug-in hybrid (PHEV), muncul pertanyaan mengenai teknologi mana yang paling sesuai dengan karakteristik pasar nasional.
Pertanyaan tersebut menjadi fokus utama dalam Dialog Otomotif Nasional yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di sela penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (5/8).
Baca Juga: Seberapa Tangguh Lepas? Pengunjung GIIAS 2026 Buktikan Lewat Test Drive
Mengusung tema "The Right Fit for Indonesia: Teknologi Elektrifikasi Seperti Apa yang Dibutuhkan Indonesia?", forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri otomotif, akademisi, pengamat ekonomi, asosiasi, hingga media. Sekitar 80 peserta hadir untuk bertukar pandangan mengenai tantangan, peluang, serta arah pengembangan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.
Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menegaskan bahwa forum tersebut tidak bertujuan mencari teknologi yang paling unggul, melainkan menemukan solusi yang paling relevan bagi kebutuhan Indonesia.
Indonesia tidak membutuhkan perdebatan mengenai teknologi mana yang paling unggul, tetapi yang ingin kita cari bersama adalah teknologi, atau bahkan kombinasi teknologi, yang paling tepat untuk Indonesia. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui forum ini,
ujar Munawar Chalil.
Menurutnya, diskusi yang terbuka dan didukung data menjadi fondasi penting dalam merumuskan arah pengembangan industri otomotif nasional di era elektrifikasi.
Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Tumbuh Pesat
Dialog ini digelar di tengah tren positif pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia. Sepanjang semester pertama 2026, penjualan kendaraan penumpang berteknologi elektrifikasi meningkat sekitar 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya dari sisi volume, kontribusinya terhadap pasar otomotif nasional juga mengalami kenaikan signifikan. Pangsa pasar kendaraan elektrifikasi melonjak dari sekitar 23 persen menjadi 38 persen, menandakan percepatan transisi menuju kendaraan rendah emisi berlangsung lebih cepat dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun strategi pengembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang lebih matang dan berkelanjutan.
Konsumen Dinilai Sudah Menentukan Pilihannya
Dalam sesi diskusi, Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, Joshua Pardede, menilai bahwa pasar Indonesia sebenarnya telah menunjukkan preferensinya terhadap berbagai teknologi elektrifikasi.
Menurut Joshua, peningkatan penjualan yang terjadi secara bersamaan pada kendaraan BEV, HEV, maupun PHEV menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi terpaku pada teknologi yang dianggap paling canggih. Sebaliknya, mereka memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Baca Juga: 20 Unit Saja Daihatsu Terios Special Edition Ini Rilis di GIIAS 2026
Kenaikan serentak ketiga teknologi elektrifikasi (BEV, HEV dan PHEV) menunjukkan bagaimana konsumen memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaan kendaraan tersebut secara pribadi, bukan memilih satu teknologi yang paling unggul,
kata Joshua Pardede.
Pandangan tersebut memperkuat gagasan bahwa keberagaman teknologi justru menjadi kekuatan dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
Bahas Infrastruktur hingga Kebijakan Industri
Selain membahas preferensi konsumen, dialog juga mengulas sejumlah isu strategis lainnya. Mulai dari perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi, kesiapan infrastruktur pengisian daya, karakteristik masing-masing teknologi, hingga kebijakan yang dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem otomotif yang kompetitif dan berkelanjutan.
Diskusi turut menghadirkan perwakilan prinsipal otomotif asal Jepang dan Tiongkok, yakni Philardi Sobari, Ricky Christian, Constantinus Herlijoso, serta Arie Hermawan. Beragam perspektif dari industri memberikan gambaran mengenai tantangan sekaligus peluang pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Peserta forum juga diberi kesempatan menyampaikan pandangan serta pertanyaan secara langsung dalam sesi diskusi interaktif, sehingga berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah maupun pelaku industri dalam merumuskan kebijakan otomotif ke depan.
Baca Juga: BAW Resmi Debut di GIIAS 2026, Perkenalkan Lima Model untuk Pasar IndonesiaBAW Resmi Debut di GIIAS 2026, Perkenalkan Lima Model untuk Pasar Indonesia
Melalui penyelenggaraan Dialog Otomotif Nasional ini, ICMS berharap tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, akademisi, media, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk membangun pemahaman bersama mengenai arah perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

