KabarOto.com - Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan bus dan truk di Indonesia kembali menjadi perhatian serius para pelaku industri transportasi. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga menyangkut kompetensi pengemudi serta sistem operasional yang belum berjalan optimal.
Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) 2026, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, produsen kendaraan, hingga operator transportasi untuk mencari solusi konkret dalam meningkatkan keselamatan kendaraan niaga.
Baca Juga: Hino Perkenalkan Bus 136 MDBL 4x4, Andal di Area Kebun dan Tambang
Perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya. Banyak insiden terjadi akibat kelalaian pengemudi, kurangnya pemahaman terhadap keselamatan, hingga pengoperasian kendaraan yang tidak sesuai standar.

Selain faktor pengemudi, kondisi teknis kendaraan juga menjadi aspek penting. Kendaraan yang tidak mendapatkan perawatan rutin berpotensi mengalami kerusakan menjadi pemicu kecelakaan. Hal ini semakin krusial, karena kendaraan niaga membawa muatan berat maupun penumpang dalam jumlah besar.
PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan mengemudi sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pola pikir pengemudi dalam mengantisipasi risiko selama perjalanan. Dengan pemahaman yang lebih baik, pengemudi diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi di jalan.
Di sisi lain, industri transportasi juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan jumlah pengemudi profesional. Permintaan yang terus meningkat tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar keselamatan.
Operator transportasi pun dituntut lebih selektif dalam proses rekrutmen serta konsisten menjalankan pelatihan berkala. Selain itu, penerapan manajemen perawatan kendaraan yang disiplin menjadi langkah penting untuk memastikan armada tetap laik jalan.
Baca Juga: PO Efisiensi Rilis Armada Jetbus 5 SHD, Andalkan Sasis Hino RM 280 ABS
Kolaborasi antara produsen, operator, regulator, dan pengemudi menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman. Dengan pengemudi yang kompeten dan kendaraan yang terawat, risiko kecelakaan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi darat.