Profil: Suzuki XL7

Profil: Suzuki XL7 Foto: Kipli

KabarOto.com - Hadirnya Suzuki XL7 diperkenalkan oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk konsumen pecinta Sport Utility Vehicle (SUV). Diyakini menjadi angin segar terhadap produk yang sebelumnya sudah eksis terlebih dahulu terutama melihat respon permintaan konsumen yang melebihi target.

Melalui dimensi sepanjang 4.450 mm, lebar 1.775 mm, dan tinggi 1.710 mm, diyakini XL7 ini mampu mengakomodir tujuh penumpang dengan baik. Mulai dari posisi duduk yang nyaman dan ruang penyimpanan berlimpah dan fitur hiburan melalui layar sentuh infotainment sebesar 8 inci.



Secara tampilan XL7 mencoba tampil gagah dan mewah dengan bentuk gril berlapis chrome, garnish bumper lower di depan dan belakang, hood side slit, dan roof rail. Kemudian penggunaan pelek 16 inci berbalut ban 195/60 R16.

Sebagai SUV yang dituntut mobilitasnya tinggi dengan tetap menghadirkan kenyamanan berkendara, XL7 dihadirkan ground clearance hanya 200 mm. Diyakini inilah yang membuat XL7 sangat minim gejala limbung ketika bermanuver di kecepatan tinggi. Perpaduan suspensi McPherson strut dengan Coil Spring untuk bagian depan dan Torsion Beam dengan Coil Spring bagian belakang.



Tak ketinggalan performa mesin generasi terbaru yang diklaim efisien yakni K15B, DOHC dan sudah berstandarisasi emisi gas buang Euro4. Kapasitas mesin 1.462 cc memiliki tenaga 104,7 dk pada 6.000 rpm dan torsinya 138 Nm pada 4.400 rpm. Oh iya, pilihan transmisinya untuk manual disuguhkan lima percepatan. Sedangkan untuk transmisi otomatis hanya empat percepatan.

XL7 ini sudah menggunakan keyless entry, sehingga pengendara tak direpotkan menekan tombol membuka pintu. Bahkan saat berada di ruang kokpit, tak perlu anak kunci untuk menyalakan mesin, cukup gunakan tombol Start/Stop di bagian kanan bawah kemudi.



Informasi tentang kendaraan mudah didapat melalui Multi Information Display, sedangkan penunjuk putaran mesin dan kecepatan serta bensin masih sistem analog. Pengendara juga bisa menyambungkan ponsel melalui fitur bluetooth.

Pengendara XL7 juga dimudahkan melakukan parkir dengan fitur Smart e-Mirror. Tampilannya memang sewajarnya spion kabin. Namun ternyata mengaplikasi dua kamera, satu untuk merekam kondisi di depan saat kendaraan melaju dan kamera belakang digunakan saat parkir.


Jadi, kamera Smart e-Mirror di depan dapat merekam sepanjang mengemudi dan dapat menjadi bukti bila alami insiden atau tindak kejahatan. Sementara kamera belakang dapat digunakan bila kabin penuh dengan barang bawaan, pandangan ke belakang masih bisa terpantau melalui Smart e-Mirror. Manuver di ruang parkir sempit sangat mudah, karena XL7 ini radius putarnya hanya 5,1 meter.

Kenyamanan penumpang dari baris pertama, baris kedua dan ketiga dipastikan oleh Suzuki sangat akomodatif. Seperti adanya ruang penyimpanan makanan dan cup holder. Kepemilikan gawai setiap penumpang bila membutuhkan pengisian ulang baterai, setiap baris sudah ada power outlet.



Kesenyapan kabin XL7 sudah dipastikan lebih unggul, sebab para desainer menempatkan pelapis khusus di bagian atap, dek kabin hingga ruang mesin. Selain dari kualitas struktur tangguh bodi TECT mampu melindungi penumpang dari benturan.

Sebagai fitur standar, XL7 sudah menyematkan Electronic Stability Programme (ESP) dan Anti-lock Braking System (ABS). Memungkinkan kendaraan dapat dikendalikan saat mobil harus bermanuver mendadak.



Tak butuh lama untuk pembuktian mobil dengan tagline The New Extraordinary SUV ini diminati konsumen. XL7 dihadirkan tiga pilihan trim yakni Zeta, Beta dan Alpha. Harga termurah dimulai dari Rp 230 juta (XL7 Zeta M/T), Rp 257 juta (XL7 Beta A/T), dan varian termahal hanya Rp 267 juta (XL7 Alpha A/T). Terbilang terjangkau di kelasnya.

Dalam kurun waktu 23 hari semenjak diperkenalkan pada 15 Februari, PT SIS pada 9 Maret mengabarkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) XL7 sudah mencapai 2.001 unit. Diyakini lampaui target perbulannya yang hanya 2.000 unit.

Lebih lanjut XL7 yang sedianya akan diekspor ke 29 negara ini disuguhkan biaya kepemilikan dalam hal perawatan berkala yang sangat terjangkau. Bahkan selama 2,5 tahun atau jarak tempuh 50.000 km, pemilik tak perlu merogoh kantong untuk membayar biaya servis dan suku cadang yang harus diganti.