Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Rolls-Royce Batal Jadi Merek Full Listrik pada 2030, Mesin V12 Tetap Dipertahankan

Jumat, 20 Maret 2026
Rolls-Royce Batal Jadi Merek Full Listrik pada 2030, Mesin V12 Tetap Dipertahankan

Mesin V12 Rolls-Royce (Carscoops)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabatOto.com - Rolls-Royce secara resmi menarik diri dari rencana ambisius untuk beralih ke kendaraan listrik secara penuh pada 2030. Pabrikan mobil mewah asal Inggris ini menegaskan bila pihaknya akan tetap memproduksi mesin V12 hingga dekade berikutnya.

Hal tersebut dilakukan karena permintaan konsumen terhadap mesin pembakaran tradisional masih sangat tinggi. Langkah ini menjadi perubahan strategi besar, di mana perusahaan kini lebih mengedepankan pendekatan yang didorong oleh permintaan pasar (demand-led strategy) daripada mengejar target elektrifikasi.

Baca Juga: Menilik Sejarah dan Fakta Unik Perjalanan Rolls-Royce Black Badge

CEO Rolls-Royce yakni Chris Brownridge, menjelaskan bahwa meskipun Spectre telah hadir sebagai model listrik pertama, minat terhadap teknologi EV tidaklah universal di kalangan kolektor mereka.

Menurutnya, selain pelanggan yang menyukai kendaraan listrik, ada pembeli lain yang justru merasa sebaliknya, terlebih banyak loyalis brand ini menganggap mesin V12 bukan sekadar sumber tenaga, melainkan bagian integral dari sejarah dan pengalaman berkendara Rolls-Royce.

Selain faktor preferensi konsumen, pergeseran regulasi global juga memainkan peran penting dalam keputusan ini. Pelonggaran target kendaraan listrik oleh beberapa pemerintah di pasar utama memberikan ruang bernapas bagi pabrikan.

Sebagai produsen dengan volume produksi rendah, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk terus menawarkan mesin bensin tanpa terikat oleh aturan ketat yang biasanya diterapkan pada produsen mobil massal. Hal ini memungkinkan mereka untuk membangun kendaraan sesuai pesanan tanpa harus memaksakan transisi sebelum infrastruktur atau minat pasar benar-benar matang.

Baca Juga: Latar Belakang Rolls-Royce Spectre Agar Diterima Kaum Loyalis

Keputusan Rolls-Royce juga sejalan dengan tren yang mulai terlihat di segmen ultra-mewah, di mana pabrikan lain seperti Bentley, Aston Martin, dan Lamborghini juga melunakkan timeline elektrifikasi mereka.

Dengan harga kendaraan yang mencapai ratusan ribu dolar, Rolls-Royce menyadari, mendengarkan keinginan spesifik dari klien jauh lebih penting daripada mengejar ambisi elektrifikasi total yang prematur. Alhasil, masa depan Rolls-Royce dalam waktu dekat akan tetap menjadi perpaduan antara kemajuan motor listrik dan kejayaan mesin bensin 12 silinder.

Tags:

#Rolls-Royce #Mobil Listrik Rolls-Royce #Mobil Listrik Baru
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan