Rolls-Royce Tak Jadi Suntik Mati Mesin V12 Berkat Pelonggaran Regulasi Emisi
Mesin V12 Rolls-Royce (Autoevolution)
KabarOto.com - Pabrikan mobil mewah asal Inggris, Rolls-Royce, secara resmi mengonfirmasi akan tetap mempertahankan mesin V12 ikonik mereka melampaui 2030 mendatang. Keputusan ini menandai perubahan arah dari strategi sebelumnya, di mana perusahaan menyatakan akan beralih sepenuhnya ke tenaga listrik pada akhir dekade ini.
Perubahan tersebut muncul seiring dengan dinamika pasar global dan pelonggaran standar emisi yang membuat mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) berperforma tinggi kembali mendapatkan napas tambahan.
Baca Juga: Rolls-Royce Spectre Equista Linea d'Oro, Mobil Listrik Mewah Mansory
Sebelumnya, mantan CEO Rolls-Royce yakni Torsten Müller-Otvos, sempat menegaskan bahwa Rolls-Royce akan menghentikan produksi semua model bermesin bensin pada tahun 2030. Saat itu, ia berargumen bahwa teknologi hibrida adalah kompromi yang tidak dapat diterima dan Rolls-Royce akan langsung melompat dari mesin V12 ke penggerak listrik murni (EV).
Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa pabrikan tidak lagi terburu-buru untuk menghentikan produksi mesin legendarisnya. Joachim Post selaku Kepala Pengembangan Teknologi BMW Group (induk perusahaan Rolls-Royce) menegaskan bila mesin enam, delapan, dan 12 silinder masih memiliki masa depan di dalam grup tersebut.

Salah satu pemicu utama perubahan rencana ini adalah pelonggaran regulasi emisi Euro 7 di Uni Eropa. Aturan yang awalnya sangat ketat kini telah disesuaikan menjadi lebih realistis bagi pabrikan otomotif. Selain itu, wacana larangan penjualan mobil bermesin pembakaran pada 2035 di Eropa juga mulai menunjukkan tanda relaksasi.
Hal ini memberikan celah bagi Rolls-Royce untuk terus menawarkan mesin V12, twin-turbo, dan berkapasitas 6.750 cc yang telah menjadi identitas merek tersebut selama puluhan tahun. Mesin ini sangat dicintai karena kehalusannya dan kemampuan memberikan torsi besar pada putaran rendah, menciptakan sensasi berkendara melayang (effortless) sebagai ciri khas pabrikan.
Baca Juga: 100 Tahun Lahirnya Rolls-Royce Phantom Dirayakan dengan Cara ini
Mesin V12 saat ini masih menjadi jantung utama bagi model-model unggulan Rolls-Royce, karena mampu menyemburkan tenaga hingga 592 dk (pada varian Black Badge) dengan torsi mencapai 900 Nm. Bagi konsumen Rolls-Royce, suara halus dan prestise dari dua belas silinder dianggap sebagai mahakarya teknik yang belum bisa sepenuhnya digantikan oleh motor listrik dalam nilai emosional.
Meski mesin V12 tetap dipertahankan, Rolls-Royce tidak menghentikan pengembangan mobil listriknya. Perusahaan tetap akan menawarkan model elektrik seperti Spectre bagi pelanggan yang menginginkan keheningan total dan teknologi masa depan.
Tags:
#Rolls-Royce #Mesin V12 Rolls-Royce #Mobil Mewah