Sailun Berani Fokus ke Ban Radial untuk Jangka Panjang, Tinggalkan Ban Bias

Pradia Eggi
Pradia Eggi
1 jam, 56 menit lalu
Sailun Berani Fokus ke Ban Radial untuk Jangka Panjang, Tinggalkan Ban Bias

Blackhawk Tire salah satu merk ban milik Sailun Group. (Foto: Eggi/KabarOto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Kehadiran pabrik Sailun di Indonesia bukan hanya soal ekspansi manufaktur, tetapi juga berpotensi membawa perubahan arah teknologi ban di pasar nasional. Di tengah fakta bahwa sebagian besar pengguna kendaraan di Indonesia masih mengandalkan ban bias (diagonal), Sailun justru memilih memproduksi ban radial sebagai fokus utama di fasilitas barunya.

Keputusan ini tentu menimbulkan pertanyaan. Mengapa Sailun tidak menyesuaikan diri dengan pasar yang masih didominasi ban konvensional? Jawabannya ternyata berkaitan erat dengan visi jangka panjang dan strategi teknologi perusahaan.

Menurut Wang Dian Ying, General Manager PT Sailun Manufacturing Indonesia, keputusan tersebut bukan karena mengabaikan kondisi pasar, melainkan hasil perhitungan strategis.

"Keputusan ini bukan karena kami mengabaikan kondisi pasar saat ini, melainkan didorong oleh komitmen jangka panjang terhadap kepentingan pengguna Indonesia serta keyakinan kami terhadap arah perkembangan pasar ke depan," ujarnya.

Grip ban mobil Sailun Tire.

Kelebihan Ban Radial Secara Teknis

Sailun menilai peralihan dari ban bias ke ban radial adalah sebuah perubahan dalam industri otomotif global. Secara teknis, ban radial memiliki keunggulan signifikan dari sisi keselamatan, efisiensi bahan bakar, hingga daya tahan.

"Ban radial telah terbukti secara global unggul dalam hal keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan daya tahan dibandingkan ban bias. Karena itu kami langsung membangun lini produksi tercanggih di Indonesia," jelas Wang.

Ban Radial Demi Nilai Jangka Panjang

Salah satu alasan utama pengguna masih bertahan pada ban bias adalah faktor harga. Namun Sailun menilai pendekatan tersebut tidak lagi relevan jika dilihat dari sudut pandang biaya jangka panjang.

Menurut Wang, ban radial memang memiliki harga awal yang sedikit lebih tinggi, namun menawarkan efisiensi yang jauh lebih baik dalam jangka panjang.

"Kami tidak hanya berbicara soal harga awal, tetapi total cost of ownership. Dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dan usia pakai yang lebih panjang, manfaat ekonominya jauh lebih besar,” ujarnya.

Baginya, pendekatan ini sangat relevan bagi pengguna kendaraan niaga dan armada logistik yang mengutamakan efisiensi operasional.

Baca Juga: Sailun Group Bangun Pabrik di Indonesia, Investasi Rp4,2 Triliun Siap Produksi 3,6 Juta Ban per Tahun

PT Sailun Manufacturing Indonesia memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 3,6 juta unit ban.

Komitmen Sailun di Indonesia

Lebih dari sekadar produksi, keputusan Sailun membangun pabrik radial di Indonesia juga mencerminkan keseriusan investasi jangka panjang. Perusahaan menegaskan tidak ingin menghadirkan teknologi yang akan segera usang.

"Kami tidak membangun pabrik yang menyesuaikan teknologi lama. Kami membangun fasilitas modern yang siap memenuhi kebutuhan 10 tahun ke depan atau lebih. Kami percaya pada potensi pasar Indonesia dan ingin tumbuh bersama,” tegas Wang.

Dengan fokus pada ban radial, Sailun berharap dapat mendorong transformasi industri sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen Indonesia di masa depan.

Baca Juga: Menjajal Performa Ban Mobil Sailun dari Jakarta Menuju Semarang, Begini Impresinya

Tags:

#PT Sailun Manufacturing Indonesia #Sailun Group #Sailun

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan