Rencana penutupan pabrik Holden telah lama terdengar. Kini, pabrikan mobil asal Australia itu merayakan produksi mobil terakhirnya.
Holden rencananya akan menurup pabriknya pada bulan Oktober mendatang. Penutupan pabrik diakibatkan kondisi perusahaan yang mengalami kesulitan finansial karena beban gaji karyawan yang terus tinggi akibat penguatan mata uang dolar Australia.
Penjualan Holden di pasar lokal juga terus mengalami penurunan Penjualannya hanya mencapai 40 ribu unit setahunnya. Dengan jumlah tersebut, Holden menyatakan tidak bisa bertahan dengan kondisi tersebut. Sebab, jumlah produksi lebih banyak dibanding permintaan pasar.
Sebelumnya, Ford sudah lebih dulu hengkang dari Australia akibat masalah upah pekerja pabrik yang sangat mahal. Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain seperti Thailand yang hanya memiliki upah dolar Amerika Serikat per jam, para pekerja di Australia memiliki standar upah USD6 per jamnya.
Hingga saat ini hanya Holden dan Toyota yang masih bertahan meski rencana penutupan akan dilakukan dalam waktu dekat. Produsen lain seperti Mitsubishi sendiri telah menutup pabrik perakitannya sejak lima tahun lalu di Australia.
Sebelum Bangkrut, Holden Rilis Mobil Terakhirnya
Minggu, 05 Maret 2017
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.