KabarOto.com - Tesla resmi mengumumkan akhir perjalanan dua mobil ikoniknya, Model S dan Model X. Sebagai penghormatan terakhir sebelum lini produksinya dihentikan, pabri milik Elon Musk ini merilis edisi terbatas yang diberi nama Signature Edition.
Kedua model dibanderol dengan harga cukup mencolok, yakni USD 159.420 atau sekitar Rp 2,54 miliar. Angka ini konon dipilih Elon Musk sebagai bentuk referensi terhadap budaya internet. Memiliki harga cukup tinggi, Tesla menegaskan bila pihaknya menawarkan eksklusivitas tingkat tinggi bagi para kolektor.
Baca Juga: Tesla Model Y L Resmi Meluncur, Punya Baterai Lebih Besar dan Jarak Tempuh 681 Km

Hanya memproduksi 250 unit untuk Model S Signature Edition dan 100 unit untuk Model X Signature Edition, kedua mobil ini diyakini akan menjadi salah satu buruan utama di pasar mobil listrik dunia.
Ciri khas utama dari edisi ini adalah penggunaan warna cat khusus bernama Garnet Red, warna merah gelap eksklusif yang tidak tersedia di model Tesla produksi standar tahun 2026 lainnya. Selain itu, terdapat sentuhan kemewahan berupa emblem berwarna emas, rem karbon keramik sama, serta logo Plaid emas pada kursi dengan material Alcantara.

Berbasis varian Plaid yang berperforma tinggi, edisi Signature dilengkapi paket mewah (Luxe Package) sebagai standar, seperti, gratis supercharging seumur hidup, layanan servis premium selama empat tahun, fitur Full Self-Driving (FSD) Supervised, pelek khusus (Velarium atau Machina) dan interior enam penumpang untuk Model X.
Dari sisi performa, Model S Signature Edition tetap menjadi monster kecepatan dengan kemampuan akselerasi 0-96 km per jam hanya dalam 1,99 detik dan kecepatan puncak mencapai 322 km per jam. Sementara Model X mampu menuntaskan jarak yang sama dalam 2,5 detik.
Baca Juga: Ubah Pabrik Jadi Markas Robot, Tesla Hentikan Produksi Model S dan Model X

Menariknya, Tesla menerapkan aturan ketat bagi pembeli edisi terbatas ini. Dalam kontrak pembelian, terdapat klausul no-resale yang melarang pemilik untuk menjual kembali mobil mereka selama satu tahun pertama setelah serah terima. Jika melanggar, Tesla berhak menuntut ganti rugi sebesar USD 50.000 (sekitar Rp800 juta). Langkah ini diambil untuk mencegah pembeli yang ingin mencari keuntungan cepat dari kelangkaan unit tersebut.
Penghentian produksi Model S dan Model X di pabrik Fremont, California, menandai pergeseran fokus Tesla secara besar-besaran. Area produksi yang selama ini digunakan untuk merakit kedua model tersebut akan segera dikonversi menjadi fasilitas manufaktur untuk Optimus, robot humanoid besutan Tesla.
Pengiriman unit Signature Edition dijadwalkan pada Mei 2026. Momen ini sekaligus menjadi tanda penutup bagi Model S, mobil yang pertama kali meluncur pada 2012 dan mengubah persepsi dunia terhadap kendaraan listrik.