Sempat Terjebak Dunia Malam, Jorge Martin Tobat Setelah Ketemu Pacar
Jorge Martin (Foto: 88jorgemartin)
KabarOto.com - Jorge Martin ternyata sempat terjebak di dunia malam ketika masih junior. Pada masanya, dia mengaku kecanduan pesta sehingga menghabiskan banyak uang.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Martin saat di acara Tengo un Plan. Di mana, dia mengisahkan perjalanannya dari nakal hingga saat ini.
Martin menceritakan saat masih muda dia menerima banyak uang dari kompetisi junior. Di level Moto3, mereka sudah menerima bayaran sekitar 40 ribu euro atau sekitar Rp 700 juta per musim. Angka tersebut bisa meningkat hingga Rp 1,1 miliar jika ditambah dengan pendapatan lain-lain.
Ketika di Moto2, pendapatannya meningkat hingga 300 ribu euro atau sekitar Rp 5 miliar per musim. Bahkan, beberapa nama bisa mendapatkan uang lebih banyak.
Baca Juga: Tim Aprilia Racing Sambut Direktur Teknis Menjelang MotoGP 2025
Gaji Pembalap MotoGP
Naik ke kelas MotoGP bayaran melambung tinggi hingga Rp 12 juta euro atau sekitar Rp 200 miliaran per musim.
"Di Moto2 mereka bisa menerima bayaran 300 ribu euro per musim bahkan lebih, Anda bisa menabung dan melakukan hal-hal yang bisa menambah pemasukan. Di MotoGP, Anda bisa mendapatkan 600 ribu hingga 12 juta euro per tahun," jelas Martin.
Dengan pendapatan tersebut, para pembalap banyak gelap mata, Martin mengaku dia salah satunya. Saat punya banyak uang, mulai suka pesta dan bolak-balik diskotek atau tempat hiburan malam.
"Saya mulai berpesta. Sebelumnya, saya tidak pernah keluar rumah, tapi saya mulai pergi ke Barcelona untuk berpesta," ungkapnya.
Juara MotoGP 2024 ini mengaku suatu hari dia 'gila-gilaan' di suatu diskotek. Kemudian setelah puas berpesta, petugas di lokasi tersebut memberikan struk tagihan dengan nominal di luar nalar.
Baca Juga: Alasan Marc Marquez dan Red Bull Berpisah di MotoGP 2025
Setelah sekian lama, Martin mengaku dia akhirnya mampu keluar dari 'dunia hitam'. Hal tersebut bermula setelah dia bertemu kekasihnya, Maria, yang memberikan kesadaran.
"Itu bukan saya. Saya kembali ke akar saya dan saya pikir tidak bisa begitu terus. Saat itulah saya memutuskan berhenti. Beberapa bulan kemudian saya bertemu Maria, pacar saya, dan dia membuat saya lebih tenang," tutur Martin.
Peran orang tua juga penting untuk perjalanannya menuju hal lebih baik. Kini, dia merasa jauh lebih baik ketimbang saat masih remaja.
"Saya pikir saya mendapatkan pendidikan sangat baik, dan orang tua serta kakek-nenek saya selalu membuat saya tetap membumi. Anda akhirnya melakukan hal tersebut," pungkas Martin.
Tags:
#Jorge Martin