Serba Serbi Busi Kendaraan, Kuasai Karakternya

Kipli
Kipli
Jumat, 08 Mei 2026
Serba Serbi Busi Kendaraan, Kuasai Karakternya

Foto: KabarOto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Performa motor turun drastis tanpa disadari. Komponen kecil seperti busi sering dianggap sepele, padahal memiliki peran krusial. Busi bertugas memercikkan api untuk memulai proses pembakaran di dalam mesin. Jika proses pengapian tidak sempurna, campuran udara dan bahan bakar tidak maksimal, akibatnya terjadi penurunan tenaga hingga pemborosan bahan bakar.

Kondisi busi yang tidak optimal, bisa mengganggu kenyamanan bahkan bisa berdampak lebih luas pada kinerja mesin. Selain bisa membuat tenaga yang dihasilkan tidak maksimal, dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan pada komponen lain. Karena itu, penting bagi pengguna sepeda motor untuk memahami kondisi busi.

“Busi bekerja dengan menghasilkan percikan listrik yang membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” jelas Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.

Baca Juga: Ini Rahasia Merawat Mesin Common Rail di Medan Tambang yang Sering Diabaikan!

Memahami tanda-tanda busi bermasalah menjadi langkah awal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Gejala yang muncul biasanya bisa dirasakan langsung saat berkendara.

Busi yang lemah tidak mampu memercikkan api dengan maksimal, sehingga motor menjadi susah di-starter, terutama saat kondisi mesin dingin. Akselerasi kurang responsif saat gas ditarik, tenaga terasa tertahan dan tidak responsif akibat pembakaran yang tidak sempurna.

Konsumsi bbm lebih boros, mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama karena proses pembakaran tidak optimal. Suara mesin tidak stabil atau misfire, mesin terdengar kasar, pincang, atau bergetar lebih kuat saat idle akibat pembakaran yang tidak konsisten.

Baca Juga: Deteksi Kesehatan kelistrikan Kendaraan Sobat, Begini Caranya

Umumnya busi perlu diganti setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer sesuai rekomendasi pabrikan. Jika elektroda aus, terdapat kerak karbon tebal, atau busi terlihat kotor dan berkarat, sebaiknya segera diganti.

Motor terasa kurang bertenaga, sulit dinyalakan, atau konsumsi bahan bakar meningkat menjadi indikasi busi perlu diganti. Meski jarak tempuh belum tercapai, busi yang telah digunakan lebih dari satu tahun tetap disarankan untuk diganti.

Tags:

#Busi Mobil #Busi Motor #Tips Mobil #Tips Motor
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan