KabarOto.com - Musim kemarau identik dengan suhu udara yang lebih panas. Kondisi tersebut membuat penggunaan Air Conditioner (AC) mobil menjadi lebih intensif untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan.
Di sisi lain, kondisi jalan yang lebih berdebu selama musim kemarau juga dapat membuat sejumlah komponen pada sistem AC lebih mudah terpapar dan tertumpuk kotoran.
Sistem AC mobil bekerja melalui siklus refrigeran yang melibatkan sejumlah komponen utama, mulai dari kompresor, kondensor, expansion valve, evaporator, hingga filter kabin. Gangguan pada salah satu komponen tersebut dapat memengaruhi kinerja sistem pendinginan dan membuat udara yang dihasilkan AC tidak lagi sedingin biasanya,
kata Shendy Andhika dari Curb Motorsport.
Baca juga:
Begini Cara Merawat Mesin Turbo Mitsubishi Destinator
AC Mobil
Menurutnya, kompresor memang komponen penting dalam sistem AC, karena berfungsi mensirkulasikan refrigeran dan oli di dalam sistem sehingga proses pendinginan dapat berlangsung.
Saat musim kemarau, beban kerjanya meningkat karena perbedaan suhu antara udara luar dan suhu yang diinginkan di dalam kabin. Untuk itu, pastikan tidak ada suara kasar, bunyi berdecit, getaran tidak normal, atau AC tidak lagi menghasilkan udara dingin seperti biasanya.
Namun, ketika AC terasa kurang dingin, bukan berarti kompresor harus langsung diganti. Pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui sumber masalahnya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memiliki kompetensi dan peralatan yang sesuai. Sebab, gangguan AC dapat disebabkan oleh berbagai komponen, bukan hanya kompresor.
Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah kondensor. Komponen ini umumnya berada di bagian depan kendaraan dan berfungsi melepaskan panas dari refrigeran ke udara luar.
Karena posisinya berada di bagian depan kendaraan, kondensor cukup mudah terpapar debu, lumpur, daun, serangga maupun berbagai kotoran dari jalan. Debu dan kotoran yang menumpuk dapat menghambat aliran udara dan mengurangi kemampuan kondensor dalam membuang panas. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan pada sistem meningkat sehingga kerja kompresor menjadi lebih berat.
Pada musim kemarau, debu yang menumpuk dapat menghambat aliran udara dan mengurangi kemampuan kondensor membuang panas. Kondensor yang terlalu kotor dapat menyebabkan tekanan sistem meningkat dan membuat kerja kompresor semakin berat. Karena itu, saat melakukan perawatan AC, teknisi akan memeriksa permukaan kondensor sekaligus area di antara kondensor dan radiator. Lalu dibersihkan dengan cara yang tepat agar sirip kondensor tidak rusak atau bengkok,
bebernya.
Baca juga:
Perawatan Mesin Diesel yang Kerap Gunakan BBM B50, Wajib Tengok
Kabin
Selain kondensor, evaporator juga menjadi bagian penting dalam sistem AC. Komponen ini berperan menyerap panas dari udara sebelum udara tersebut dialirkan ke dalam kabin.
Evaporator yang dipenuhi debu dan kotoran dapat mengganggu proses perpindahan panas sehingga embusan AC terasa kurang dingin. Kondisi evaporator yang kotor juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau tidak sedap dari ventilasi AC.
Karena itu, apabila AC terasa kurang dingin meskipun hembusan blower masih cukup kuat, atau muncul bau yang mengganggu dari ventilasi, kondisi evaporator patut diperiksa.
Komponen lain yang tidak kalah penting adalah filter kabin. Meski bentuknya relatif sederhana, filter kabin berfungsi menyaring debu, serbuk dan berbagai partikel sebelum udara masuk ke kabin.
Filter kabin yang terlalu kotor dapat mengurangi aliran udara. Akibatnya, embusan AC menjadi lebih lemah dan beban kerja blower meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja sistem AC secara keseluruhan.
Filter kabin dapat diperiksa secara berkala dan diganti sesuai dengan kondisinya, rekomendasi pabrikan, serta lingkungan tempat kendaraan digunakan. Sebagai acuan, pemeriksaan atau penggantian filter kabin dapat dilakukan sekitar 40.000 kilometer atau minimal satu tahun sekali, maupun mengikuti jadwal servis kendaraan.
Untuk mobil yang lebih sering digunakan di daerah berdebu atau kawasan dengan tingkat polusi tinggi, pemeriksaan filter kabin mungkin perlu dilakukan lebih sering,
tutupnya.

