KabarOto.com - Generasi kelima Hyundai Tucson tertangkap kamera sedang melakukan uji kalibrasi tahap akhir di medan berat pegunungan Alpen, Austria. Menjadi model 2027, mobil pabrikan Korea Selatan ini mengusung kode bodi internal NX5.
Tidak sekadar bersolek, SUV kompak tersebut juga mengalami transformasi total dari segi desain, teknologi kabin, hingga sektor jantung pacu.
Melansir Autoevolution, purwarupa Hyundai Tucson terbaru menjalani uji jalan bersama generasi keempat yang masih beredar saat ini. Melalui perbandingan tersebut, terlihat bila Tucson 2027 membawa desain baru dan sangat berbeda.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 3 Versi Standar Tampil Elegan dan Terjangkau
Desain Terbaru Hyundai Tucson NX5
Tucson NX5 mengadopsi desain Art of Steel yang sebelumnya diperkenalkan lewat SUV hidrogen Hyundai Nexo. Siluet bodinya tampil lebih tegak, berotot, dan cenderung kotak. Garis atapnya dibuat lebih rata dengan area kaca lebih tinggi, untuk ruang kepala lebih lapang.

Pembaruan Lebih Modern
Fasia depan tampil futuristis lewat interpretasi lampu baru khas Hyundai yang sekilas mirip Elantra terbaru. Kesan premium dan bersih juga diperkuat berkat penggunaan kap mesin model kulit kerang untuk menyamarkan garis sambungan panel, serta lampu belakang full-width light bar horizontal.
Menariknya, meski purwarupa sempat menggunakan gagang pintu model pop-out elektrik, versi produksi akhirnya mempertahankan gagang pintu konvensional demi kesederhanaan mekanis dan fungsionalitas harian.
Masuk ke area interior, Hyundai melakukan perombakan radikal berbasis digital yang memangkas sebagian besar tombol fisik. Pusat perhatian kabin didominasi layar infotainment raksasa dengan panel instrumen digital.

SUV ini juga memperkenalkan sistem operasi terbaru bernama Pleos Connect. Sistem yang berbasis Android yang lebih responsif yang berbasis AI Gleo. Kemampuan pembaruan jarak jauh juga ditingkatkan secara signifikan.
Meski didominasi layar sentuh, Hyundai tetap mempertahankan satu baris tombol fisik di konsol tengah untuk pengoperasian fitur vital dan menjaga aspek ergonomis berkendara.
Baca Juga: Hyundai Ioniq 3 Bakal Melantai di GIIAS 2026, Ini Keunggulannya
Menyesuaikan regulasi emisi global yang kian ketat, Hyundai akan menyuntik mati mesin turbo diesel di beberapa pasar utama. Sebagai gantinya, varian Gasoline Hybrid (HEV) dan Plug-in Hybrid (PHEV) akan menjadi menu utama, di samping mesin bensin konvensional untuk pasar tertentu, salah satunya Amerika Serikat.

Sistem hybrid generasi terbaru akan memadukan mesin turbo 1.600 cc 4-silinder segaris dengan sistem Transmission Mounted Electric Device II (TMED-II). Sistem TMED-II tersebut siap mengintegrasikan unit P1 hybrid starter-generator baru yang bertugas meminimalkan getaran saat mesin idle, sekaligus memperhalus transisi penyaluran daya dari motor listrik ke mesin bensin pada kecepatan rendah.
Guna meningkatkan efisiensi berkendara, Hyundai juga akan meninggalkan sistem penggerak semua roda (AWD) mekanis konvensional, dan beralih menggunakan solusi e-axle (motor listrik independen di roda belakang) layaknya sistem e-Four milik Toyota.