Tekan Kecelakaan, Ini Pesan Menhub Kepada Pengendara Sepeda Motor

Tekan Kecelakaan, Ini Pesan Menhub Kepada Pengendara Sepeda Motor Ilustrasi pengendara yang tidak safety (ist)

KabarOto.com - Boleh dibilang, sepeda motor saat ini masih menjadi kendaraan favorit mayoritas masyarakat di Indonesia, dalam melakukan kegiatannya sehari-hari.

Kenyataan itu juga didukung oleh catatan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dimana sepanjang Januari-September 2018, total sepeda motor yang terdistribusi sebanyak 4.722.242 unit.

Meski begitu, angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor juga merupakan yang tertinggi dibanding moda transportasi lainnya. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kecelakaan sepeda motor di jalan, adalah diakibatkan oleh kecepatan kendaraan yang melebihi batas.

Baca juga: Sikat Nih! Piaggio Indonesia Lagi Kasih Diskon Sampai Rp 10 Juta

Menhub (tengah) saat melakukan riding bersama pengendara ojol

"Berdasarkan data Kecelakaan Lalu Lintas pada tahun 2017, menunjukkan bahwa moda sepeda motor memiliki prosentase tertinggi yaitu mencapai 72%. Fakta menunjukkan korban kecelakaan lalu lintas adalah masyarakat golongan usia produktif yaitu usia 20 – 29 tahun," jelas Budi.

Untuk itu Menhub melakukan kampanye keselamatan berkendara, dengan meminta kepada para pengemudi roda dua agar tidak melebihi kecepataan berkendara yang ditetapkan.

Baca Juga: Test Ride - Bangganya Menunggangi Kawasaki W175

"Amannya di 40 km/jam, tadi saya waktu safety riding coba di 50 km/jam keseimbangan sudah berkurang" tambah Budi usai melakukan safety riding bersama pengemudi ojek online (ojol), Minggu (06/01/2019).

Berdasarkan data Indonesia Road Management System (IRMS) pada tahun 2017, di Indonesia terjadi sebanyak 103.287 kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 30.569 jiwa, 14.409 korban luka berat dan 119.944 jiwa korban luka ringan.

"Pada tahun 2017 korban meninggal dunia mencapai 30.569 jiwa atau 3-4 orang meninggal dunia setiap jam. Oleh karenanya sayangi nyawa, kurangi kecepatan," kata Budi.

Baca Juga: Kymco Luncurkan Moge 400cc, Begini Tampilannya

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa untuk mengurangi jumlah kecelakaan, dibutuhkan peran aktif pemerintah dan masyarakat karena keselamatan jalan tidak mungkin terwujud bila tidak diawali saat ini, dari diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, serta lingkungan kerja sampai akhirnya menjadi budaya dan peradaban bangsa.

"Keselamatan adalah suatu keharusan. Setiap berkendara kita harus menggunakan helm, tidak berboncengan lebih dari dua, tidak menggunakan telepon saat mengemudi. Jadi keselamatan adalah tanggung jawab kita semua" ucap Menhub.