KabarOto.com - Industri komponen otomotif nasional saat ini menghadapi dinamika yang beriringan dengan pergeseran teknologi, perubahan arus permintaan pasar, serta tekanan arus produk impor.
Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Yusak Kristian, menilai bahwa dinamika tersebut dapat menjadi momentum bagi manufaktur dalam negeri untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan efisiensi manufaktur lokal.
Baca Juga: Pemilik Mitsubishi Destinator, Ini Periode Cek Cairan di Mobilmu
Daftar Isi
Transisi Kendaraan Listrik
Daftar Isi
"Transisi menuju era kendaraan listrik dipandang sebagai salah satu dorongan utama yang membuka ruang inovasi bagi para pembuat komponen. Penyesuaian terhadap standar teknis global juga menjadi keharusan agar industri lokal mampu merespons kebutuhan pasar domestik sekaligus menembus jaringan rantai pasok otomotif tingkat global," ujarnya.
Di sisi lain, peningkatan kapabilitas produksi dan perluasan jejaring pasar menjadi prioritas para pelaku industri.
Melalui keterlibatan dalam ajang pameran dagang otomotif seperti Automechanika Jakarta 2026, produsen komponen lokal berupaya memperlihatkan kapasitas manufaktur yang terintegrasi di berbagai lini pasokan industri.
Baca Juga: Mazda Angkat Bicara Perkembangan Mobil Listrik di Jawa Barat
Ragam Lini Spare Parts
Keterlibatan manufaktur dalam ajang internasional tersebut mencakup peragaan pasokan teknis yang meliputi komponen mesin, sistem pengereman, suspensi, bantalan (bearing), baterai, hingga ban.
Seluruh lini ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perakitan kendaraan baru (original equipment manufacturer/OEM) maupun pasar suku cadang pengganti (aftermarket).
Langkah integrasi tersebut dinilai krusial untuk membuka peluang kemitraan strategis yang lebih luas.
Melalui interaksi langsung dengan distributor, pemasok, dan produsen lintas negara, industri komponen domestik diharapkan mampu memperkuat posisinya dalam peta perdagangan otomotif internasional.

