Tes Drive BAIC T1: Menguji Ketangguhan EV 300 Jutaan dari Tangerang ke Bandung

Rabu, 19 Agustus 2026
Tes Drive BAIC T1: Menguji Ketangguhan EV 300 Jutaan dari Tangerang ke Bandung

Tea drive BAIC T1 Jakarta le Bandung

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Mobil listrik di kisaran Rp300 jutaan sekarang semakin beragam. Tapi, seberapa siap salah satunya diajak menempuh perjalanan jarak menengah dengan kondisi jalan yang bervariasi?

Kali ini, kami menguji BAIC T1, EV pertama yang diperkenalkan BAIC Indonesia. Rute yang dipilih bukan sekadar keliling kota, melainkan perjalanan dari Tangerang menuju Bandung dengan jarak tempuh nyaris 200 kilometer.

Baca Juga: Pencapaian Positif BAIC Indonesia Selama GIIAS 2026

Pengujian ini sekaligus menjadi kesempatan untuk merasakan langsung berbagai aspek yang ditawarkan BAIC T1, mulai dari handling, suspensi, kenyamanan kabin, fitur ADAS, hingga konsumsi baterai selama perjalanan.

Berangkat dengan Baterai 96 Persen

Perjalanan dimulai dengan kondisi baterai 96 persen. Mengacu pada klaim pengujian NEDC, BAIC T1 memiliki jarak tempuh hingga 358 kilometer.

Untuk pengujian kali ini, mobil kami setel dalam mode ECO. Mode tersebut dipilih agar konsumsi energi tetap efisien selama perjalanan, sekaligus melihat seberapa realistis kemampuan baterainya ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Begitu perjalanan dimulai, beberapa aspek langsung kami perhatikan. Handling, karakter suspensi, tingkat kekedapan kabin, hingga respons tenaga menjadi bagian dari pengujian sepanjang rute Tangerang-Bandung.

Menguji ADAS di Jalan Tol

Memasuki jalan tol, salah satu fitur yang cukup menarik perhatian adalah sistem ADAS (Advanced Driver Assistance System).

Salah satunya adalah Lane Keeping Warning, yang memberikan peringatan suara dan visual ketika mobil mulai keluar dari jalurnya atau melewati marka jalan.

Fitur ini cukup membantu, terutama ketika perjalanan mulai terasa monoton. Meski begitu, fitur bantuan berkendara tetap berfungsi sebagai pendamping dan bukan pengganti konsentrasi pengemudi.

Selain ADAS, BAIC T1 juga dibekali voice command yang membuat pengoperasian beberapa fungsi mobil terasa lebih praktis. Pengemudi tidak perlu terlalu sering mengalihkan perhatian untuk menekan berbagai menu di head unit.

Mode Berkendara dan Regeneratif Braking

Sejak awal perjalanan, BAIC T1 kami gunakan dalam mode ECO. Sebenarnya tersedia pula mode yang lebih mengutamakan efisiensi daya.

Namun, karakter regeneratif braking pada mode tersebut terasa cukup kuat. Untuk perjalanan dengan penumpang di dalam kabin, respons deselerasinya terasa kurang nyaman bagi kami.

Karena itu, mode ECO justru terasa lebih pas untuk perjalanan kali ini. Mobil masih mendapatkan keuntungan dari penghematan energi, tetapi karakter berkendaranya terasa lebih natural dan nyaman.

Nyaman Juga di Kursi Belakang

Menariknya, pengujian kali ini tidak hanya dilakukan dari balik kemudi. Kami juga sempat berpindah posisi dan mencoba menjadi penumpang di bangku belakang.

Untuk perjalanan jarak menengah, posisi duduk di belakang terasa cukup nyaman. Ruang kabinnya masih memberikan keleluasaan yang memadai untuk menikmati perjalanan.

Salah satu fitur yang cukup menarik adalah glass roof yang dilengkapi sunshade. Ketika matahari sedang terik, sunshade mampu membantu mengurangi paparan panas sehingga suasana di dalam kabin tetap terasa nyaman.

Sampai Bandung, Baterai Tersisa 27 Persen

Setelah berhenti di beberapa titik untuk beristirahat sekaligus makan siang, perjalanan akhirnya membawa kami sampai ke Bandung.

Menariknya, setelah menempuh perjalanan nyaris 200 kilometer, indikator menunjukkan baterai masih tersisa 27 persen, dengan estimasi jarak tempuh sekitar 99 kilometer.

Angka tersebut tentu tidak bisa langsung dibandingkan dengan klaim jarak tempuh NEDC karena kondisi penggunaan di dunia nyata sangat dipengaruhi kecepatan, kondisi jalan, beban kendaraan, gaya mengemudi, penggunaan AC, serta berbagai faktor lainnya.

Namun, hasil perjalanan ini memberikan gambaran bahwa BAIC T1 masih memiliki cadangan daya setelah digunakan untuk perjalanan Tangerang-Bandung tanpa perlu melakukan pengisian ulang di tengah perjalanan.

Catatan Perjalanan Bisa Dipantau dari Head Unit

Satu hal lain yang cukup menarik adalah kemampuan head unit BAIC T1 dalam memberikan rekap perjalanan.

Pengemudi bisa melihat berbagai informasi terkait perjalanan yang sudah dilakukan. Fitur seperti ini cukup berguna untuk mengevaluasi penggunaan kendaraan, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh.

Kesimpulan

Setelah diuji dari Tangerang menuju Bandung, BAIC T1 menunjukkan bahwa mobil listrik di kelas Rp300 jutaan tidak harus sekadar menawarkan elektrifikasi.

Dari fitur ADAS, voice command, kemampuan regeneratif braking, kenyamanan bangku belakang, glass roof dengan sunshade, hingga sistem informasi perjalanan di head unit, paket yang ditawarkan BAIC T1 tergolong cukup lengkap di kelasnya.

Dengan sisa baterai 27 persen dan estimasi jarak tempuh 99 kilometer saat tiba di Bandung, BAIC T1 juga memberikan gambaran yang cukup meyakinkan untuk penggunaan perjalanan jarak menengah.

Baca Juga: BAIC Siapkan Arcfox T1 Versi Battery Swapping, Harga Bisa Lebih Terjangkau

Pertanyaannya sekarang, apakah paket yang ditawarkan BAIC T1 sudah cukup untuk membuatnya menjadi salah satu EV Rp300 jutaan yang layak dipertimbangkan?

 

Simulasi Kredit

Minimal Rp 20.000.000 - Maksimal Rp 100.000.000.000
%
DP
Pokok Pinjaman
Total Bunga
Angsuran / Bulan
* Belum termasuk Asuransi dan Diskon
 

Tags:

#BAIC T1 #BAIC BJ30 Hybrid FWD #BAIC Taitan 700
Google
Tambahkan Kabaroto.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang

Bimo Hariyadi

Lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Karier dimulai sebagai jurnalis dengan fokus pada peliputan, riset, verifikasi data, serta penyusunan berita yang akurat, berimbang, dan sesuai kaidah jurnalistik. Saat ini aktif sebagai penulis otomotif, menghasilkan berbagai artikel, ulasan kendaraan, berita industri, serta konten informatif yang mengedepankan akurasi data dan kemudahan dipahami oleh pembaca. Pengalaman di dunia jurnalistik menjadi fondasi dalam menyajikan informasi yang kredibel dan relevan. Menguasai pengelolaan media sosial, mulai dari perencanaan konten, penulisan caption, hingga penyesuaian strategi komunikasi di berbagai platform digital. Kemampuan itu didukung oleh pemahaman terhadap tren media digital dan kebutuhan audiens, sehingga mampu menghasilkan konten yang informatif, menarik, dan memiliki nilai kuat.
Show More
Follow Me

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan