KabarOto.com - Usai diperkenalkan pada ajang GIIAS 2025 lalu, PT Jetour Sales Indonesia memberi kesempatan kepada KabarOto untuk melakukan test drive unit Jetour T2.
Jetour T2 merupakan model kendaraan jenis Sport Utility Vehicle (SUV) yang diboyong ke Indonesia, secara dimensi memiliki panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm, dan jarak sumbu roda 2.200 mm.
Memiliki desain eksterior yang ikonik dan unik dengan bentuk boxy (kotak), gril panjang, pelek berdesain unik, garus bodi tegas, dan pencahayaan futuristik. Jetour T2 dijual dengan harga Rp 588 juta on the road Jabodetabek.
Baca juga: Profil Jetour T2, SUV Off-road Dibanderol Rp588 Juta
Desain Eksterior
Mempunyai desain bodi kotak yang maskulin dan ground clearance yang tinggi mencapai 220 mm, Jetour T2 memancarkan karakter berani dan tangguh khas SUV Off-road. Dan hadir dengan lima pilihan warna, yaitu Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Grey dan Electroplated Green.
Didukung sistem pencahayaan kekinian, lampu depan menggunakan matrix Full LED Lights. Lampu siang hari (DRL) dilengkapi dengan lampu jauh yang memiliki lebar pencahayaan hingga 38,1 m dan jarak tembak hingga 200 m.
Sedangkan lampu belakang straight waterfall-through, dengan kombinasi mewah garis-garis kokoh. Desain dibuat eye-catching dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan ekstrem.
Bagian atap dikabarkan cukup kuat, mengandung 80 persen high-strength steel, dengan metal underbody shield. Kemudian diperkuat 8 cross beam dan disebut mampu beban statis (saat diam) 300 kg atau beban dinamis (saat berjalan) 300 kg.
Untuk keselamatan aktif dan bantuan pengemudi, Jetour T2 dilengkapi rangkaian teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 seperti Forward Collision Warning (FCW) dan Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), Lane Keep Assist (LKA), Auto High Beam (AHB), dan Wading Radar yang mampu mendeteksi kedalaman air secara real-time dan melewati genangan hingga 700?mm.
Jetour T2 berhasil meraih peringkat lima bintang dalam uji tabrak yang dilakukan ASEAN NCAP, dengan total skor keseluruhan mencapai 86,50 poin.
Tetap dibuat untuk nyaman digunakan setiap hari, mulai dari macetnya kota, antar anggota keluarga, sampai road trip akhir pekan, berkendara dengan Jetour T2 seperti menggunakan kendaraan besar namun dengan visibiltas yang memadai.
Interior
Posisi sebagai pengendara terbilang cukup mudah dengan penyetelan pada bagian kursi, maka pengemudi dapat dengan nyaman untuk duduk, dilengkapi dengan 6 airbags yang memberikan perlindungan kabin secara menyeluruh bagi seluruh penumpang.
Untuk lebih nyaman berkendara melalui driver 6-way + Lumbar & Passenger 4-way. Tak perlu membuat posisi duduk lebih tinggi agar bisa melihat sekitar karena sudah ada kamera pintar.
Kemudian 12-Channel Sony Premium Sound, dilengkapi dengan layar sentuh besar berukuran 15,6 inci dan 10,25 inci cluster display. Dan 64” Panoramic Sky Roof, AC dual-zone, kursi elektrik dengan ventilasi dan memory, serta material peredam suara ganda yang menjadikan kabin hening dan nyaman.
Serta fitur 540° Surround View Camera yang dapat membantu pengemudi melihat kendaraan secara lebih menyeluruh termasuk sasis yang transparan. Teknologi ini membantu pengemudi tetap tenang bahkan dalam situasi perjalanan yang menantang.
Duduk dikursi juga tidak bergeser, dengan tinggi badan 175 cm sudah cukup baik, dan tidak ada kesan menyempit untuk penumpang yang duduk dibelakangnya akibat jok yang dimundurkan. Begitupun ketika duduk di bagian belakang (baris kedua), cukup nyaman dan baik.
Kabinnya dirancang untuk kenyamanan, dengan interior ergonomis dan material lembut di titik-titik sentuh penting. Dengan lebih dari 50 ruang penyimpanan, Jetour T2 juga menjadi pilihan ideal untuk masyarakat Indonesia pecinta petualangan.
Terdapat juga pengingat sabuk pengaman, deteksi penumpang kursi belakang, blind spot detection, proteksi pejalan kaki, deteksi anak, dan ISOFIX.
Baca juga: Bukan Sekadar Gagah, Jetour T2 Tawarkan Teknologi Pintar untuk Petualang
Konsumsi Bahan Bakar
Untuk Jetour T2 dibekali mesin Kunpeng Power 2.0 TGDI yaitu 4 silinder, turbo, dan berkapasitas 2.000 cc, sanggup memuntahkan tenaga maksimal sebesar 245 dk pada 5.500 rpm dan torsinya 375 Nm pada 1.750-4.000 rpm.
Transmisi menggunakan model otomatis, yakni Dual-Clutch Transmission (7DCT) dengan tenaga mesin yang disalurkan melalui sistem X-WD Intelligent 4WD. Teknologi ini memberikan fleksibilitas penuh antara 2WD dan 4WD secara otomatis, dengan perpindahan gigi yang cukup halus.
Didukung oleh intelligent torque manager dan sistem kunci diferensial cerdas, pengguna dapat dengan mudah menaklukkan jalur pasir, lumpur, maupun bebatuan tanpa kehilangan kendali. Dan menawarkan 6 mode berkendara, Eco, Standard, Rock, Sand, Snow dan Sport.
Hal ini terlihat pada sistem X-WD Intelligent 4WD yang tidak hanya membagi torsi, tetapi juga menganalisis kondisi permukaan jalan menggunakan sensor yang sama dengan ADAS.
Mode seperti Intelligent Crawling atau All-Terrain Assist, benar-benar menyesuaikan throttle, rem, dan distribusi torsi berdasarkan kondisi nyata.
Pada saat pengujian, kami mendapat konsumsi BBM untuk dalam kota sekitar 8,3-8,5 kpl, dengan lalu lintas tergolong cukup padat untuk jaan perkotaan di jalur Bogor hingga Ciawi dengan kondisi non tol.
Sedangkan untuk konsumsi BBM luar kota bisa mencapai 14 kpl, dengan asumsi kendaraan dijaga pada kecepatan 90 kpj. Namun apabila digeber ketika hingga 110 kpj dijalan Tol Jagorawi hingga BSD City pulang dan pergi sekitar 110 km, didapat angka 11,8 kpl.
Spesifikasi
| Properti | PT Jetour Sales Indonesia |
| Model | Jetour T2 |
| Harga | Rp 588 Juta |
| Dimesi | Panjang 4.785 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.880 mm |
| Sumbu Roda | 2.200 mm |
| Penggerak | AWD |
| Mesin | Kunpeng Power 2.0 TGDI yaitu 4 silinder, turbo |
| Kapasitas | 2.000 cc |
| Tenaga | 245 dk @5.500 rpm |
| Torsi | 375 Nm @1.750-4.000 rpm |
| Rem | ABS,EBD cakram (depan dan belakang) |
| Suspensi | Macpherson (depan), Multi-link Independent (belakang) |
| Kapasitas Tangki BBM | 70 liter |
| Pelek dan Ban | 19 inci, 255/60 R19 |
| Rute Pengujian | BSD City - Bogor - Ciawi - Cigombong - Bogor - BSD City |
| Konsumsi Bahan Bakar | 8,3-8,5 kpl (dalam kota), 14 kpl (kecepatan 90 kpj) dan 11,8 kpl (kecepatan diatas 100 kpj) |

