KabarOto.com - Subaru mulai meninggalkan teknologi mild hybrid e-Boxer, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi andalan di sejumlah pasar global. Pabrikan Jepang tersebut memilih berfokus pada pengembangan sistem hybrid generasi baru, demi efisiensi dan performa lebih baik.
Hal ini menandai berakhirnya teknologi mild hybrid yang pertama kali diperkenalkan pada 2018. Sistem e-Boxer menggabungkan mesin boxer dengan motor listrik kecil dan baterai. Teknologi ini sempat digunakan pada model seperti XV dan Forester di Jepang, Eropa, serta Australia.
Teknologi Mild Hybrid Semakin Tertinggal
Meski mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar, sistem mild hybrid dinilai tidak cukup kompetitif dibandingkan full hybrid yang semakin populer. Karena itu, perusahaan memutuskan untuk mengalihkan investasinya ke sistem hybrid baru, yang dikembangkan bersama Toyota.
Baca Juga : Usai Digunakan Jarak Jauh, Wajib Lakukan Ini Pada Mobil

Teknologi Hybrid Subaru Bawa Sejumlah Kelebihan
Teknologi hybrid generasi anyar Subaru telah memulai debutnya melalui Forester Hybrid dan Crosstrek Hybrid model 2026 di Amerika Serikat. Berbeda dengan e-Boxer, sistem anyar ini menggunakan konfigurasi seri-paralel yang memungkinkan motor listrik mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan kendaraan.
Pada Crosstrek terbaru, Subaru memadukan mesin boxer 2.500 cc Atkinson Cycle dengan dua motor listrik dan transmisi e-CVT. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 194 dk, sekaligus menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan model bermesin bensin.
Subaru juga mengklaim bahwa sistem hybrid ini tetap mempertahankan karakter khas mereknya, termasuk penggerak semua roda Symmetrical AWD dan kemampuan melibas berbagai medan. Model-model hybrid anyar bahkan menawarkan peningkatan jarak tempuh dan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.

Baca Juga : DFSK E5 Plus ungkap Harga Kompetitif di Kelas SUV PHEV
Langkah Subaru meninggalkan teknologi mild hybrid mencerminkan perubahan strategi industri otomotif global. Seiring meningkatnya tuntutan efisiensi dan regulasi emisi yang semakin ketat, banyak produsen mulai beralih ke sistem hybrid yang lebih canggih.
Meski e-Boxer akan segera pensiun, Subaru memastikan teknologi elektrifikasi tetap menjadi bagian penting dari masa depan perusahaan, baik melalui model hybrid generasi baru maupun kendaraan listrik yang dikembangkan bersama Toyota.

