KabarOto.com - Jeep akhirnya memberikan kepastian hadirnya Grand Cherokee Trailhawk. Setelah sempat menjadi tanda tanya besar, merek SUV legendaris di bawah naungan Stellantis ini mengonfirmasi bahwa iterasi terbaru Trailhawk akan mulai debut pada akhir 2026 sebagai model 2027.
Namun, pengumuman ini membawa kejutan besar dalam peta jalan elektrifikasi Jeep. Sang penakluk medan off-road ini kemungkinan besar akan menanggalkan sistem penggerak Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang sebelumnya menjadi andalan.
Baca Juga: Jeep Gladiator dan Wrangler 2026 Resmi Meluncur di Indonesia
Pada model sebelumnya, lencana Trailhawk pada Grand Cherokee sangat identik dengan teknologi 4xe. Awalnya, Jeep merencanakan Trailhawk 2027 untuk menggunakan mesin empat silinder turbo dengan bantuan asistensi listrik.
Namun, dinamika pasar berkata lain, isu keandalan pada unit 4xe, serta regulasi efisiensi bahan bakar yang lebih fleksibel di Amerika Utara, mendorong Stellantis untuk mengevaluasi ulang strategi mereka. Alih-alih memaksakan sistem PHEV yang kompleks, Jeep kini beralih fokus pada self-charging hybrids, Extended-Range Electric Vehicles (EREV), atau kembali ke mesin pembakaran internal (ICE) murni.

Salah satu poin paling menarik dalam pengembangan model 2027 ini adalah spekulasi kembalinya mesin V8. Banyak analis otomotif memprediksi Jeep akan kembali menyematkan mesin 5.7-liter HEMI V8 ke dalam ruang mesin Trailhawk.
Langkah ini dianggap masuk akal untuk memuaskan basis penggemar setia yang menginginkan torsi instan dan daya tahan mesin besar saat menghadapi medan berat, serta karakteristik yang sulit digantikan oleh mesin turbo kecil berkapasitas 2.0-liter. Bahkan, opsi mesin 6.4-liter dari varian Wrangler Moab 392 turut menjadi perbincangan karena memiliki figur tenaga dan performa output maksimal.
Meski jantung pacu mengalami perubahan arah, Jeep tidak mengurangi intensitas fitur off-road pada Trailhawk. Model 2027 dipastikan akan tetap mengusung perangkat keras kelas wahid, antara lain, quadra-lift air suspension, atau sistem suspensi udara dengan semi-active damping, memungkinkan mobil meninggikan ground clearance secara signifikan saat masuk ke jalur off-road.

Tersedia juga fitur sway bar disconnect eksklusif di kelasnya untuk memastikan keempat roda tetap menapak di permukaan sangat melalui jalan tidak rata. Dukungan Electronic Limited-Slip Differential (eLSD) pada gardan belakang juga menarik perhatian karena menjamin distribusi tenaga yang presisi.
Menambah kenyamanan mengemudi, tersedia pula visibilitas 360, atau teknologi TrailCam yang menghadap ke depan, sehingga membantu pengemudi memantau rintangan besar yang terhalang kap mesin.
Baca Juga: Rayakan Hari Jadi ke-60, Jeep Pamerkan 6 Mobil Konsep Spektakuler di Moab Easter Safari 2026
Dari sisi visual, teaser terbaru menunjukkan identitas kuat dengan penggunaan tow hooks merah pada bumper depan dan aksen merah pada kap mesin. Untuk fungsionalitas, stiker kap mesin hitam matte tetap hadir guna menyerap pantulan cahaya matahari, sehingga lebih nyaman saat melakukan pendakian terjal di siang hari.
Keputusan Jeep untuk kembali ke mesin konvensional juga diprediksi akan berdampak pada harga jual. Sebagai referensi, model Trailhawk 2025 di Amerika Serikat dibanderol mulai dari USD 66.185 atau sekitar Rp 1,05 miliar. Tanpa komponen baterai besar dan motor listrik mahal, Jeep diharapkan mampu menawarkan harga lebih kompetitif bagi konsumen yang menginginkan performa tanpa kerumitan teknologi hybrid.

