Toyota Indonesia Gelontorkan Rp1,3 Triliun Produksi Baterai Lokal

Kipli
Kipli
Kamis, 23 April 2026
Toyota Indonesia Gelontorkan Rp1,3 Triliun Produksi Baterai Lokal

Foto: Toyota

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KabarOto.com - Memasuki usia 55 tahun, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), secara resmi mengumumkan kemitraan dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) yang merupakan salah satu produsen baterai mobil terbesar di dunia, untuk bersama mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Melalui kerjasama ini, TMMIN menggelontorkan investasi senilai Rp 1,3 triliun dalam mendukung dan mewujudkan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri kendaraan elektrifikasi, termasuk rantai pasok baterai, dari hulu hingga hilir.

Baca Juga: Jangan Sampai Pendingin Baterai Toyota New Veloz Hybrid Tersumbat

Investasi sebesar Rp 100 triliun secara total, Toyota bersama dengan jaringan pemasok lokal dan diler yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual. Upaya ini telah menghasilkan produksi kumulatif sebanyak 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit kendaraan Toyota Group.

Inisiatif mereka diharapkan mempercepat pertumbuhan Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), termasuk Flexible Fuel Vehicles (FFVs) dengan menggunakan campuran bioethanol.

Baca Juga: Toyota GR Yaris Dominasi Seri Pembuka Kejurnas Sprint Rally 2026

“Saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh. Komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan di produksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia," kata Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto.

Pihaknya akan melakukan kegiatan ekspor baterai ke pasar global, yang dimulai di paruh ke-2 2026. Tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.

Tags:

#Ekspor TMMIN #TMMIN #PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Bagikan

Berita Terkait

Bagikan