KabarOto.com - Chery Automobile menyiapkan perubahan strategi untuk merek Jetour. Jenama tersebut diposisikan sebagai segmen merek kendaraan off-road kelas atas alias premium.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi "Globalization 3.0" Chery, yang tidak hanya berfokus pada ekspansi penjualan, tetapi juga memperkuat integrasi operasi domestik dan internasional.
Baca Juga : Suzuki Resmi Luncurkan Mobil Listrik eSky, Harga Mulai Rp160 Jutaan
Chery Memosisikan Sebagai Merek Premium
Jetour sebelumnya dikenal sebagai merek SUV yang menyasar pasar massal, baik di China maupun ekspor. Namun, Chery kini ingin memosisikannya sebagai merek premium, dengan karakter lebih kuat dan mampu bersaing di segmen kendaraan tangguh.
Perubahan tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat melalui lini Jetour Zongheng. Salah satu model yang menjadi representasinya adalah G700, SUV ladder-frame berukuran besar dengan teknologi plug-in hybrid.

Jetour G700 memiliki panjang bodi 5.198 mm dan menggunakan sistem penggerak dengan output maksimum mencapai 892 hp. Model ini dibekali baterai 59,45 kWh dengan kemampuan menempuh hingga 211 km hanya menggunakan tenaga listrik berdasarkan standar WLTP.
Miliki Dua Merek di Segmen Berbeda
Dengan strategi baru ini, Chery akan memiliki dua merek yang bermain di segmen atas dengan karakter berbeda. Exeed tetap diarahkan sebagai merek premium yang lebih konvensional, sedangkan Jetour akan fokus pada kendaraan off-road dan SUV.
Baca Juga : BYD Sealion 8 vs Sealion 7, yang Lebih Mahal Belum Tentu Lebih Kencang
Li Xueyong, Executive Vice President Chery Automobile, akan memimpin Jetour Brand Division. Ia juga sekaligus bertanggung jawab terhadap pengembangan posisi merek tersebut di pasar global.
Strategi ini juga sejalan dengan ambisi Jetour untuk memperluas bisnis internasional. Saat ini, Jetour telah memiliki jaringan di 67 negara dan wilayah dengan lebih dari 2.000 outlet penjualan dan layanan.