KabarOto.com - Dunia balap motor juga kerap menyimpan cerita nostalgia, terutama ketika membahas mesin-mesin ikonik yang pernah menjadi fondasi era keemasan balap.
Motor-motor legendaris dari masa lalu tidak hanya meninggalkan kenangan bagi para penonton setia, tetapi juga memicu rasa penasaran di kalangan pembalap profesional masa kini, seperti Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji yang penasaran ingin jajal Honda RS125GP mesin 2-tak.
Baca Juga: Demas Agil X Dewa United Motorsport Podium Balap BRZ Super Series
2-Tak Teknologi Lawas dengan Tenaga Buas
Hal ini jadi menarik saat KabarOto bertanya dan membahas impresi terhadap salah satu motor legendaris Honda di masa lampau kepada dua pembalap bersinar tersebut.
Kendati demikian, perjalanan waktu membuat teknologi balap terus bergeser ke era modern yang didominasi oleh mesin empat tak berteknologi tinggi
Perubahan regulasi dan perkembangan industri otomotif global secara otomatis menggeser fokus latihan para pembalap muda menuju spesifikasi motor yang lebih modern.
Akibatnya, generasi pembalap masa kini tumbuh dengan pengalaman berkendara yang berpusat pada mesin-mesin generasi terbaru.
Salah satu mesin yang paling sering dikenang dalam sejarah balap adalah Honda RS125GP, yang dikenal melalui berbagai varian andalannya seperti model NX4 maupun NF4. Motor bermesin 2-tak ini memegang tempat istimewa dalam sejarah perkembangan balap motor karena karakteristik performa dan dimensinya yang khas. Bagi para pencinta otomotif dan motorsport, motor ini merepresentasikan era mekanikal murni yang sarat akan karakter.
Baca Juga: Pesona 'Jambakan Setan' Kawasaki Ninja 150 2-Tak yang Kian Diburu
Veda dan Mario Ingin Jajal RS125GP
Keduanya mengakui bahwa mereka belum pernah memiliki kesempatan untuk menjajal secara langsung performa dari Honda RS125GP di atas lintasan sirkuit. Keterbatasan pengalaman ini didasari oleh fakta bahwa motor legendaris tersebut menggunakan sistem mekanis 2-tak yang sudah jarang ditemui pada era latihan modern.
"Wah itu 2-tak ya, saya ingin sekali mencobanya, belum pernah saya coba pada sesi latihan maupun race. Tapi pasti sangat seru, penasaran, semoga ada kesempatannya," ungkapnya pada KabarOto.
Meskipun belum pernah merasakan sensasi mengendarainya secara langsung, Veda Ega Pratama menyatakan ketertarikannya yang besar. Ia mengaku penasaran dengan karakteristik unik dari mesin 2-tak yang legendaris tersebut dan tentu menyimpan keinginan untuk mencoba merasakannya di masa mendatang demi memperkaya pengalaman balapnya.
Senada dengan Veda, Mario Suryo Aji juga mengungkapkan hal serupa sepanjang karier profesionalnya di dunia balap. "Sepanjang karir saya di balap, belum pernah sekalipun turun ke sirkuit menggunakan motor bermesin 2-tak, sehingga kesempatan untuk mencobanya di masa depan tentu akan menjadi pengalaman yang sangat menarik dan berharga untuk melengkapi wawasan teknik berkendara yang bervariasi," pungkasnya.
Fakta menariknya, meski mesinnya hanya 125 cc dengan pendingin cairan, tapi tenaga mesin standar RS125GP mencapai 43,3 dk di 12.250 rpm. Sementara torsinya tembus 24,5 Nm di 12.250 rpm. Motor ini hanya punya bobot sekitar 71,5 kg, lebih enteng dari Honda Stylo 160 yang mencapai 118 kg.

