KabarOto.com - Nama VeilSide saat ini begitu lekat dengan dunia modifikasi Jepang. Body kit berdesain ekstrem, widebody agresif, serta Mazda RX-7 Fortune yang muncul dalam film The Fast and the Furious: Tokyo Drift membuat nama VeilSide dikenal hingga ke luar Jepang.
Namun, perjalanan rumah modifikasi yang didirikan Hironao Yokomaku pada 1990 itu ternyata tidak selalu berjalan mulus. Di balik popularitasnya sebagai salah satu ikon Japanese tuning, VeilSide pernah menghadapi masa sulit ketika industri modifikasi Jepang mengalami perubahan besar.
Menariknya, popularitas VeilSide pada satu titik justru menjadi bagian dari persoalan tersebut.
Popularitas VeilSide Menjadi Masalah
VeilSide berkembang pesat melalui berbagai proyek modifikasi dan produk aftermarket. Yokomaku tidak hanya mengejar tampilan, tetapi membawa konsep complete package yang menggabungkan performa mesin, handling, dan aerodinamika.
Pendekatan tersebut membuat produk VeilSide memiliki karakter yang sangat mudah dikenali. Namun, ketika popularitasnya meningkat, produk replika mulai bermunculan di pasar.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan. Di saat yang sama, industri tuning Jepang juga mulai mengalami perubahan dan tekanan setelah memasuki era 2000-an.
Dalam sebuah wawancara dengan Top Gear, Yokomaku mengungkapkan bagaimana kondisi tersebut memengaruhi perjalanan VeilSide. Perusahaan yang sebelumnya memiliki permintaan tinggi akhirnya harus menghadapi periode yang jauh lebih sulit.
VeilSide bahkan disebut berada dalam kondisi yang nyaris membuatnya tidak mampu bertahan.
Baca Juga: Pendiri Veilside Hironao Yokomaku ke Tangerang, Ini Profilnya
Kemudian Datang Tokyo Drift
Di tengah periode sulit tersebut, sebuah proyek dari Hollywood justru membawa nama VeilSide ke audiens yang jauh lebih luas.
VeilSide terlibat dalam The Fast and the Furious: Tokyo Drift melalui Mazda RX-7 Fortune. Mobil tersebut menjadi salah satu kendaraan paling ikonik dalam film dan digunakan oleh karakter Han.
Desain RX-7 Fortune sendiri memperlihatkan filosofi VeilSide yang sangat berbeda dari sekadar memasang body kit. Ubahan eksteriornya mencakup berbagai komponen, mulai dari bumper, fender, kap mesin, side skirt, panel pintu, hingga bagian belakang.
Kemunculannya di layar lebar kemudian membuat nama VeilSide dikenal oleh generasi baru penggemar otomotif di berbagai negara.
Popularitas film tersebut juga menjadi titik penting bagi VeilSide untuk kembali mendapatkan perhatian internasional.
Baca Juga: Mengenal Oilstainlab Serta Sosok Saudara Kembar 'Gila' Iliya Briden dan Nikita Briden
Hironao Yokomaku Kini Datang ke Indonesia
Lebih dari tiga dekade setelah mendirikan VeilSide, Hironao Yokomaku kini akan datang ke Indonesia melalui Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2026.
Kehadirannya menjadi menarik bukan hanya karena statusnya sebagai pendiri VeilSide, tetapi karena Yokomaku membawa perjalanan panjang sebuah merek yang pernah berada di titik sulit hingga akhirnya menjadi salah satu nama paling dikenal dalam kultur modifikasi global.
IMX 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Bagi penggemar JDM, kehadiran Yokomaku menjadi kesempatan untuk melihat sisi lain dari VeilSide, bukan hanya sebagai merek yang dikenal lewat Tokyo Drift, tetapi sebagai hasil perjalanan panjang Hironao Yokomaku membangun kultur modifikasi yang memiliki identitas kuat.