Waspadai Geng Motor Ini

Alif Sowandono
Alif Sowandono 03 Jun 2015 - 06:27
Waspadai Geng Motor Ini
Ilustrasi, Geng motor sedang bersiap balap liar (Foto: 78deka.files.wordpress)

KabarOto Tematik- Ulah Geng Motor kembali menodai dunia pehobi otomotif di Indonesia, kali ini ulah geng motor asal Surabaya kembali memakan korban jiwa seorang Disc Jockey (Dj). 

Seperti yang dikutip dari tempo.co, korban adalah seorang pemandu lagu alias Dj klub Emperor, Kertajaya, Surabaya, bernama Aditya Artha, 27 tahun, korban sudah ditemukan tak bernyawa di samping mobilnya, Suzuki SX4 warna merah bernomor polisi W-1233-RG di jalan Bung Tomo, Surabaya, Selasa, 2 Juni 2015, sekitar pukul 03.00. Warga Sawotratap, Sidoarjo itu diduga tewas setelah dikeroyok anggota geng motor di jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya. Saat itu korban yang tengah pulang bekerja mencoba menerobos balapan liar oleh gerombolan tersebut.

Membaca potongan berita diatas, masalah kebrutalan geng motor ternyata belum juga tuntas, padahal dari berbagai pihak yang terkait sudah melakukan berbagai macam cara dan kegiatan demi meredam aksi kebrutalan ini, dari razia yang sering dilakukan pihak kepolisian, sampai aksi-aksi bersama dalam menolak keberadaan geng motor.

Berikut adalah daftar geng motor yang perlu diwaspadai di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Di Surabaya sendiri ternyata geng motor brutal yang telah berdiri sejak tahun 1970. Seperti, Boy horror, Queeple, offen, Why, KAIPANG, RATT, GO (Gegar Otak), SHINTINK, Bad News, MADHASS, MADHESU (masa depan suram), KREATOR, HELLOWEN, GAMBLEZ, COBRA (korak Bratang).

Ternyata di Surabaya selain geng motornya terkenal brutal, geng mobilnya pun tidak kalah sangarnya. Seperti Kepick, Shark, Kucing, Botol, Banana Speed, Lontong Balap, GAR.
Untuk Jakarta dan Bandung, berikut adalah nama–nama geng yang terkenal sangar, Y-GEN atau Young Generation, PACINKO (Pasukan Cina Kota). Kebanyakan anggota geng ini adalah anak keturunan Tionghoa. Pacinko didirikan oleh Johny Indo. Pada era 70-80-an, Pacinko ditakuti geng-geng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur. Namun, Pacinko telah melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda Berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle, Dan Wild Boys yang berbeda karena Sebagian besar anggotanya bukan keturunan Tionghoa.

Lalu ada XTC (Exalt to Coitus) Exalt to Coitus artinya kurang lebih 'menyenangi segala sesuatu tentang seks'. Namun, sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk pada 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC lebah membawa samurai. Semboyan XTC, Brigezz, yang dibentuk pada 1980-an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Lama-kelamaan, anggota dan kekuasaan daerah Brigezz semakin luas. Pada 1999, nama geng berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman.

GBR (Grab on Road), GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam.

M2R (Moonraker) Geng ini didirikan pada 1978 oleh siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker berupa bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah, Moonraker ada di bawah Brigezz. Anggota Moonraker menguasai daerah Dago dan Dipatiukur. (als)

Baca Juga:

Para Pengendara Moge yang Bikin Ulah