2. Proses KlaimHarus mencermati proses klaim sebelum menentukan pilihan, prosesnya simpel atau rumit. Tanyakan soal waktu tunggu SPK (Surat Perintah Kerja).
Selama menunggu kalau mobil tidak bisa dipakai apakah mendapatkan penggantian dari asuransi atau tidak.
Sebab sebelum bengkel mendapatkan SPK, bengkel juga belum bisa mengerjakan perbaikan mobil. Pilih asuransi yang menawarkan klaim cepat dan simpel.
3. Bengkel RekananTanyakan dan cek seberapa banyak bengkel rekanan asuransinya. Apakah lokasinya mudah dijangkau dari lokasi-lokasi aktifitas Anda.
Juga seberapa bagus kualitas bengkel rekanannya. Jangan sampai ketika Anda membutuhkan bengkel rekanan asuransi, ternyata hasilnya kurang memuaskan.
Walaupun bisa complain ke asuransi, tetap perhitungkan kerugian waktu anda terbuang. Pilih asuransi dengan bengkel rekanan resmi (authorized).
4. Tanggung Jawab Pihak Ketiga (TJH / TPL) dan PA (Personal Accident)Fitur ini harus dipahami benar. Sebab ketika mengalami kecelakaan, misalnya menabrak motor kadang, kadang pihak ketiga mengalami kerusakan lebih berat Anda.
Makanya pilih asuransi yang punya program dengan tanggung jawab pihak ketiga yang besar, sehingga Anda tidak tebebani biaya tambahan.
Lebih bagus lagi ada program perlindungan kecelakaan diri pengemudi dan penumpang yang sangat penting.