
Untuk soal dapur pacu, pria lulusan Fakultas Elektro ini memang terkenal punya predikat menyulap mesin V8 American muscle menjadi bisa dikemudikan di iklim tropis meski tenaga dan torsinya besar. "Ketika berbicara daily driven, tentunya harus bisa dibawa macet-macetan di jalanan. Selain itu, mesin-mesin yang saya re-engineering sendiri dan dipasang di mobil klien semua bisa menenggak bahan bakar oktan rendah (RON 88)," terangnya.
"Intinya, mobil ini bisa dibilang 'tailor made by G-Speed Indonesia'. Bahkan untuk pemilihan baut pun kami enggak mau asal, masa mobil klasik Amerika dikasih baut metric, kita pakai yang imperial dan memang part-part detail seperti itulah yang mamakan waktu dan biaya untuk mendatangkannya," ujar Galih.
"Meski usia workshop kami masih bisa dihitung dengan jari, namun prinsip kami kerjakan dengan hasil terbaik atau tidak sama sekali," tutupnya.
Baca Juga: Bangun BMW 1M Di GIIAS 2018, ART Datangkan Langsung Manhart Dari Jerman
Spesifikasi:
Eksterior
Custom body and engine bay 1949 Ford F1
Custom Paint color bronze by Spies Hacker
Custom bed wood using Indonesian wood SONOKELING
Custom one piece window glass (made in USA)
Mesin
Custom Ford 347 Stroker engine
C4 Automatic Transmission by TCI
Custom stainless steel fuel and brake line
Kaki-kaki
Custom Ford 9" rear end by Moser
Air Ride Suspension by RideTech
Custom made Powder coating Chassis
Custom Intro Wheels Santa Fe 20 × 8 inci (depan) 20 x 9 inci (belakang)
Brakes system by Willwood Drill Rotor 6 pistons
Interior
Custom Interior full leather
IDIDIT tilt steering column and Lokar shifter
Lain-lain
Custom bracket for all necesarry parts
Custom Sound system with back up camera by Cartenz
Workshop: G-Speed Indonesia, Antasari, Jakarta Selatan