Selain itu, Jeje pun menambahkan "Kita kemarin sempat testing simulasi kejuaraan langsung, dan diikuti oleh banyak peserta. Dalam waktu dua hari pada tes kemarin saya bisa langsung mendapatkan feel-nya. Namun yang pasti masih butuh penyesuaian lagi," paparnya.

Julian pun menegaskan bahwa saat ini dirinya tengah berfokus kepada adaptasi mengemudikan mobil di medan reli. "Dari yang biasa megang jip ke sedan ngga bisa langsung 100%, yang pasti memang seru proses adaptasinya dan saya menikmati itu," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi mengenai spesifikasi Proton Satria Neo yang ditungganginya, Jeje mengatakan bahwa mobil yang dikemudikannya tidaklah mengalami banyak ubahan. Seluruh spesifikasi yang digunakan sesuai dengan regulasi reli untuk kelas 1.600 cc front wheel drive.

"Secara spesifikasi enggak banyak ubahan dari versi standar, karena Proton Satria Neo standarnya itu sudah memiliki tenaga yang besar," katanya.

Justru yang berubah itu, tambah Jeje lebih ke arah kaki-kaki serta beberapa upgrade pada setingan mobil.

"Kalau ditanya upgrade, enggak banyak berubah seputar mesin. Karena memang sudah ada standar regulasinya, jadinya enggak bisa banyak merubah. Kita cuma upgrade ECU, diganti merek Haltech yang standalone, lalu camshaft juga sudah disesuaikan. Lainnya itu kita cuma gunakan Limited Slip Differential (LSD), untuk sokbreker pakai Ohlins, roll bar juga sudah yang standar FIA, sama beberapa yang berhubungan sama safety itu yang telah disesuaikan dengan regulasi internasional," paparnya.

Juliah Johan bersama Recky Rosanto
Julian Johan bersama Recky Rosanto

Lanjut Baca lagi