
Roda yang dibalut ban IRC sebagai standarnya memang sedikit terasa agak licin ketika melewati garis marka putus-putus yang agak tebal, pun di pasir pantai yang gembur pun, ban ini sempat menggali kuburannya sendiri hingga setengah roda. Namun untuk menggaruk tanah dan aspal sepanjang jalan Serpong-Ciletuh, ban ini cukup untuk bermanuver tanpa harus takut selip.

Di beberapa titik menuju Ciletuh, kami pun melewati banyak sekali hairpin curve (tikungan berbentuk tapal kuda), dan jujur saja, di kecepatan 60 kpj kestabilan suspensi dari motor bertenaga 24,7 dk ini menunjukkan performa yang baik saat cornering, bahkan saat diajak cornering di beberapa titik dengan sudut 45 derajat.
Anda yang sudah terbiasa touring akan suka dengan karakter motor ini karena bisa digeber sampai 34 kpj di gigi 2 tanpa harus downshift.

Memasuki kawasan Ciletuh dengan tanjakan dan turunan yang terbilang curam, pengereman cakram bertipe floating wave disk dengan diameter 256 mm dan kaliper 2 piston pada roda depan, sempurna melakukan deselerasi saat turunan curam.
Dan meski sempat mengunci beberapa kali saat hard braking, rem cakram Wave Disk berdiameter 220 mm di roda belakang yang memiliki satu piston kaliper, tetap melakukan tugas deselerasi dengan halus dan stabil.
Kuncinya tetap menjaga jarak dengan kendaraan depan dan jangan lakukan late braking, jika Anda belum menguasai rutenya karena banyak sekali spot blind corner di sepanjang jalan.